Berkas Kasus Ramyadjie Priambodo Diserahkan ke Kejaksaan

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 18:33 WIB
Berkas Kasus Ramyadjie Priambodo Diserahkan ke Kejaksaan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut berkas kasus skimming Ramyadji Priambodo sudah P21. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan berkas perkara Ramyadjie Priambodo (RP), tersangka kasus skimming ATM BCA telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta atau P21.

"Dinyatakan hasil penyidikan perkara pidana atas nama tersangka Ramyadjie Priambodo sudah lengkap," kata Argo saat dikonfirmasi, Rabu (24/4).

Argo menuturkan Kejati DKI Jakarta menyatakan berkas tersebut lengkap pada 15 April. Rencananya, kata dia, polisi akan menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus tersebut ke Kejati pada Kamis (25/4).


"Selanjutnya akan dilakukan penyerahan barang bukti dan tersangka," ujarnya.

Setelah tersangka dan barang bukti dilimpahkan, pihak kejaksaan akan segera menyusun jadwal persidangan terhadap Ramyadjie.

Polisi menangkap Ramyadjie di sebuah apartemen di Jalan Sudirman, Jakarta pada 26 Februari lalu. Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan ke polisi pada 11Februari. Sejauh ini, kerugian yang ditaksir mencapai Rp300 juta.

Polisi juga menemukan mesin ATM di apartemen Ramyadjie. Mesin itu dimiliki sejak 2018 untuk mempelajari kelemahan dari sistem mesin ATM.

Dalam melakukan aksinya, Ramyadjie diduga menggunakan jilbab untuk menyamarkan identitas. Ramyadjie juga diketahui bergabung dalam sebuah komunitas online di deep web untuk mendapatkan data-data nasabah yang menjadi korban aksi skimming-nya.

Dalam kasus tersebut, Ramyadjie dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 362 KUHP dan atau pasal 30 juncto pasal 46 UU No 11 tahun 2098 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Selain itu, juga dijerat dengan pasal 81 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang transfer dana dan atau pasal 3, pasal 4, dan pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Ramyadjie diakui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Selain itu RP pernah menjabat Bendahara Umum Tunas Indonesia Raya (Tidar), organisasi kepemudaan di bawah Gerindra.

[Gambas:Video CNN] (dis/arh)