Soal Boikot Padang, Sandi Minta Publik Tak Baper Pilpres

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 16:41 WIB
Soal Boikot Padang, Sandi Minta Publik Tak Baper Pilpres Calon Wakil Presiden nomer urut 02 Sandiaga Uno mengunjungi relawan saat menjadi saksi rekapitulasi surat suara di PPK kecamatan Penjaringan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengingatkan masyarakat agar menyikapi lebih dewasa terkait hasil perhitungan suara Pilpres 2019. Hal ini ia katakan untuk menanggapi sejumlah reaksi masyarakat terhadap hasil hitung cepat atau quick count. Diketahui sebelumnya, tagar boikot nasi padang sedang ramai bergaung di media sosial.

Sandiaga berkata demikian menanggapi beberapa pihak yang seolah tidak terima dengan hasil hitung cepat atau quick count Pilpres 2019 di sejumlah daerah dan memutuskan untuk memboikot nasi padang yang merupakan makanan khas Sumatera Barat.

"Kita pastikan jangan 'juniper'. Hasil dari pilpres ini jangan buat orang jadi julid, nyinyir dan baper," ujar Sandi saat ditemui di media center Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (24/4).


Ia mengimbau agar masyarakat tidak memecah belah kekuatan bangsa yang salah satunya ditopang kuliner khas Indonesia karena Pilpres.


Sandi sendiri menilai masakan minang atau nasi padang adalah salah satu kekuatan kuliner khas Indonesia yang memiliki banyak potensi. Salah satunya, kata dia, makanan khas dari Minang adalah rendang yang sudah dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia.

"Saya ingin kuliner kita bisa membuka peluang ekonomi kita karena terus bergerak kuliner kita," kata Sandiaga.

Sandi juga kembali mengingatkan agar masyarakat dan para elit politik menerima hasil dengan lebih lapang dada. Menurutnya, menolak pilihan rakyat dengan melakukan hal-hal seperti boikot itu adalah tindakan yang kekanak-kanakan.

"Masyarakat Sumatera Barat sudah menyampaikan apa yang menjadi pilihannya dan kita akan kawal nanti proses C1," tambahnya.

Sebelumnya, tanda pagar boikot nasi padang sempat bergema di media sosial. Tagar ini tentunya dikaitkan dengan isu politik dan juga Pemilu 2019 yang baru saja berlangsung.

Beberapa pihak seolah tak terima dengan hasil quick count dan kalah di daerah-daerah tertentu. Peristiwa ini akhirnya membuat orang yang diklaim mendukung calon tertentu mengeluarkan cuitan untuk memboikot nasi padang dan boikot-boikot lainnya.

(ani/kid)