KPU: Yang Dibakar di Papua Surat Suara Tak Terpakai

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 17:49 WIB
KPU: Yang Dibakar di Papua Surat Suara Tak Terpakai Komisioner KPU Ilham Saputra menyebut pembakaran surat suara di Papua dilakukan untuk memusnahkan dokumen sisa. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra surat suara yang dibakar di Papua dalam sebuah video yang viral merupakan kelebihan kertas suara yang tidak terpakai.

Menurutnya, pembakaran itu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan kertas suara tersebut.

"Ada kelebihan surat suara yang harus dimusnahkan betul dimusnahkan harus, itu oleh panwascam dan disaksikan oleh tiap [petugas] keamanan," kata dia, di Kantor KPU, Menteng, Jakarta, Kamis (25/4).


Sebelumnya, isu pembakaran dokumen Pemilu 2019 viral di media sosial. Kemudian diketahui bahwa itu terjadi di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya, Papua.

Ilham pun memastikan wilayah tersebut tak menggelar pemilu dengan menggunakan surat suara. Pasalnya, pemilu di Tingginambut masih menggunakan sistem noken yang tak memerlukan kertas suara.

Suasana pemungutan suara Pemilu 2019 di Distrik Libarek Wamena, Jayawijaya, Papua, Rabu (17/4).Suasana pemungutan suara Pemilu 2019 di Distrik Libarek Wamena, Jayawijaya, Papua, Rabu (17/4). (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Diketahui, pemungutan suara sistem noken menggunakan perwakilan suku untuk memilih pasangan calon presiden-wakil presiden dan calon anggota legislatif.

"Ya di situ masih noken. Itu bagian dari 13 kabupaten/kota itu masih noken di Papua," kata dia.

Lebih lanjut, Ilham menyatakan bahwa berbagai dokumen-dokumen penting terkait pemilu, seperti formulir C1, sudah dipegang oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panwaslu di wilayah tersebut.

Ia menyatakan bahwa Pemilu 2019 di wilayah tersebut berjalan secara lancar dan aman.

"Kan udah clear, isunya dengan video itu kan tidak Ada pemilihan disana, tapi menurut PPK Dan PPD (Panitia Pemilihan Distrik) berlangsung dengan aman," kata Ilham.

Terkait penyebar video pembakaran kertas suara di wilayah tersebut, KPU menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Ia meyakini pihak kepolisian akan mengusut tuntas penyebar video tersebut.

Ilustrasi surat suara.Ilustrasi surat suara. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
"Kalau pelaku itu polisi, polisi bilang akan melakukan penyelidikan terkait dengan itu," kata dia.

Selain itu, Ilham menegaskan peristiwa pembakaran kertas suara tak ada keterkaitannya dengan Kelompok Kriminal Separatisme Bersenjata (KKSB) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Ia menyatakan pembakaran itu murni untuk mencegah penyelewengan kertas suara pemilu tersebut.

"Tidak, tidak [ada keterkaitan KKSB]," kata dia.

Kapolda Papua Benda Irjen Martuani Sormin Siregar menyayangkan informasi salah tentang video yang tersebar di media sosial itu. Berdasarkan penyelidikan polisi, benda yang dibakar di depan kantor Distrik Tingginambut itu adalah sisa dokumen Pemilu yang sudah tak terpakai.

"Sudah dibuatkan juga berita acara pemusnahannya," kata Martuani.

[Gambas:Video CNN] (rzr/arh)