Menurutnya, pembakaran itu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan kertas suara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilham pun memastikan wilayah tersebut tak menggelar pemilu dengan menggunakan surat suara. Pasalnya, pemilu di Tingginambut masih menggunakan sistem noken yang tak memerlukan kertas suara.
Suasana pemungutan suara Pemilu 2019 di Distrik Libarek Wamena, Jayawijaya, Papua, Rabu (17/4). (ANTARA FOTO/Yusran Uccang) |
"Ya di situ masih noken. Itu bagian dari 13 kabupaten/kota itu masih noken di Papua," kata dia.
Lebih lanjut, Ilham menyatakan bahwa berbagai dokumen-dokumen penting terkait pemilu, seperti formulir C1, sudah dipegang oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panwaslu di wilayah tersebut.
"Kan udah clear, isunya dengan video itu kan tidak Ada pemilihan disana, tapi menurut PPK Dan PPD (Panitia Pemilihan Distrik) berlangsung dengan aman," kata Ilham.
Terkait penyebar video pembakaran kertas suara di wilayah tersebut, KPU menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Ia meyakini pihak kepolisian akan mengusut tuntas penyebar video tersebut.
Ilustrasi surat suara. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Selain itu, Ilham menegaskan peristiwa pembakaran kertas suara tak ada keterkaitannya dengan Kelompok Kriminal Separatisme Bersenjata (KKSB) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Ia menyatakan pembakaran itu murni untuk mencegah penyelewengan kertas suara pemilu tersebut.
"Tidak, tidak [ada keterkaitan KKSB]," kata dia.
"Sudah dibuatkan juga berita acara pemusnahannya," kata Martuani.
[Gambas:Video CNN] (rzr/arh)
Suasana pemungutan suara Pemilu 2019 di Distrik Libarek Wamena, Jayawijaya, Papua, Rabu (17/4). (
Ilustrasi surat suara. (