Ratna Sebut Fahri Hamzah Tawarkan Diri Jadi Saksi Fakta

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 19:02 WIB
Ratna Sebut Fahri Hamzah Tawarkan Diri Jadi Saksi Fakta Ratna Sarumpaet. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdakwa kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet menyebut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah akan menjadi saksi fakta dalam sidang kasus penyebaran berita bohong yang menjeratnya.

Kata dia, Fahri menawarkan diri untuk menjadi saksi fakta.

Ratna mengaku pihaknya sudah mendapat informasi jika Fahri akan hadir pada sidang yang bertujuan untuk meringankan dirinya.


"Saya senang, tapi sebenarnya justru Pak Fahri yang menawarkan diri dan mudah-mudahan bisa karena kemarin ini ada perubahan schedule karena beliau mau ke Amerika tapi dengan adanya perubahan schedule di sini jadi mungkin, sangat mungkin (hadir)," ujarnya di PN Jaksel, Kamis (25/4).
Ratna mengatakan Fahri akan hadir sebagai saksi fakta karena ikut hadir dalam aksi yang terjadi di Cikini, Jakarta Pusat. Sebelumnya sejumlah aktivis dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Cikini dan Polda Metro Jaya pada akhir 2018.

Mereka mendesak agar aparat segera menangkap pelaku dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaet. Mereka menduga Ratna menjadi korban penganiayaan lawan politik.

"Saya pikir sih lebih ke human side-nya. Karena dia kan hadir, dia saksi fakta ya. Dia hadir di demo yang di Cikini, jadi dia mau menyampaikan apa arti dari pertemuan ini," tuturnya.

Ibu aktris Atiqah Hasiholan itu memperkirakan Fahri akan menjadi saksi pada tanggal 7 Mei nanti. Namun hal itu dapat berubah jika jaksa penuntut umum akan menghadirkan saksi ahli lainnya dalam sidang lanjutan tersebut.

Ratna didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana karena dianggap telah menyebarkan berita bohong untuk membuat keonaran.

Selain itu, Ratna juga didakwa dengan Pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena dinilai telah menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atas dasar Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

Pada sidang lanjutan Kamis (25/4), jaksa menghadirkan empat saksi ahli yaitu ahli sosiologi Doktor Trubus, Ahli Filsafat Bahasa Doktor Wahyu Wibowo, Ahli Pidana Doktor Metty Rahmawati dan Ahli Forensik Digital Saji Purwanto.

[Gambas:Video CNN] (gst/ugo)