Bawaslu Datangi Server KPU soal Salah Input Situng Pemilu

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 19:26 WIB
Bawaslu Datangi Server KPU soal Salah Input Situng Pemilu Ketua Bawaslu Abhan meninjau server Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) untuk menindaklanjuti temuan salah input data oleh KPU beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendatangi server Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (26/7).

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan tinjauan ini untuk menindaklanjuti temuan salah input data yang dilakukan KPU beberapa waktu lalu.

"Dalam surat itu kami menyampaikan KPU teliti dan harus hati-hati untuk input data di Situng itu. Hari ini kami memastikan apakah rekomendasi kami yang sudah dijalankan atau belum," kata Abhan saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta.


Bawaslu juga menyampaikan ke KPU beberapa temuan di lapangan. Hal yang jadi sorotan Bawaslu adalah kesalahan dalam penghitungan di tingkat kecamatan.


Abhan mengatakan dari kesalahan-kesalahan itu perlu dilakukan penghitungan suara ulang dan menambah masa kerja petugas di lapangan.

"Harus dipahami kenapa rekapitulasi di PPK berjalan agak lambat dan lama karena membetulkan hal-hal tadi yang salah-salah itu," tuturnya.

Di saat bersamaan, Ketua KPU Arief Budiman menyambut baik kedatangan dan masukan dari Bawaslu. Ia menyebut hal ini sebagai bahan perbaikan KPU.


"Mereka hadir ke KPU dan memastikan proses pelaksanaan kegiatan bisa berjalan dengan baik. Kami cukup transparan membuka diri," ucap Arief.

Arief sebelumnya mengakui ada kesalahan input data C1 pada Situng KPU. Menurutnya, kesalahan itu karena anak buahnya yang bekerja di TPS maupun KPPS kelelahan. Para petugas itu telah bekerja sebelum dan sesudah pencoblosan, tanpa henti.

Koalisi Masyarakat Sipil menemukan total 708 kesalahan dalam proses rekapitulasi yang dilakukan KPU pada Pemilu 2019.

Pemantauan itu dilakukan oleh Mata Rakyat Indonesia, KoDe Inisiatif, Kornas JPPR, KIPP Indonesia, dan SPD dengan data yang dikumpulkan dari 262.802 TPS (32,3%) per 25 April 2019 pukul 07.30 dan media lainnya.

Menurut data yang dipublikasikan oleh Koalisi Masyarakat Sipil 708 temuan itu berasal dari 680 temuan dari pemantauan langsung Mata Rakyat Indonesia dan 28 hasil pemantauan media selama proses rekapitulasi berlangsung.


[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)