Tim Jokowi Tegaskan Belum Atur Jatah Kursi Menteri

CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 07:28 WIB
Tim Jokowi Tegaskan Belum Atur Jatah Kursi Menteri TKN Milenial Paslon Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin melakukan acts syukuran dengan pentas music oleh Saykoji dan pemotongan tumpeng oleh Ketua TKN Eric Tohir di The Pallas, SCBD, Jakarta. Minggu 21 April 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengaku belum membahas susunan kabinet pascapemungutan suara Pilpres 2019. Hal itu menanggapi peluang Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menjadi menteri jika Jokowi-Ma'ruf ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai capres dan cawapres.

"Sekalipun kami telah menang dalam hitung cepat, pembahasan kursi kabinet menunggu setelah KPU memenangkan kami secara resmi," ujar Ace dalam pesan singkat, Senin (29/4).

Ace menuturkan TKN juga belum pernah membahas peluang Sandi masuk ke dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf. Ia kembali mengatakan hal itu lantaran TKN belum pernah membahas susunan kabinet dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK).


Senada, Juru Bicara TKN Arya Sinulingga mengklaim TKN belum pernah membicarakan susunan kabinet dengan Jokowi-Ma'ruf. Namun, ia mengatakan pihaknya terus menjajaki komunikasi untuk memperkuat koalisi.


"Kita belum sejauh itu ya untuk membicarakan-membicarakan posisi sampai hari ini. Tapi komunikasi terus dibangun," ujar Arya.

TKN Pastikan Belum Bicarakan Jatah Kursi Menteri Arya Sinulingga. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)

Meski belum ada pembahasan, ia menegaskan pihaknya tetap membuka peluang berkomunikasi dengan semua pihak untuk membangun Indonesia.

"Artinya bisa kita lakukan bersama-sama semua lah. Jangan dibatas-batasi perbedaan," ujarnya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno enggan berspekulasi soal kabar dirinya membuka diri untuk jadi salah satu menteri di kabinet Jokwi mendatang. Kabar soal Sandi tak menutup kemungkinan jadi menteri diberitakan oleh media Bloomberg setelah mewawancarainya.

Sandi menegaskan yang ia utamakan saat ini adalah kepentingan bangsa dan negara.


"Jadi (pemberitaan) itu spekulasi, dan saya sampaikan berulang kali dalam wawancara itu bahwa saya enggak mau berspekulasi. Tapi yang saya garis bawahi adalah kepentingan bangsa dan negara," kata Sandi di daerah Glodok, Jakarta Barat, Senin (29/4).

Sandi menegaskan memberi kontribusi kepada bangsa tak harus berada di dalam pemerintahan. Kontribusi bisa dilakukan meski berada di luar pemerintahan.

"Tapi sekali lagi, saya tidak mau berspekulasi. Kami akan membicarakan ini setelah 22 Mei," ujar Sandi dalam wawancara itu.

(jps/ain)