Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding mengatakan permintaan itu disampaikan saat Ketum PAN Zulkifli Hasan bertemu dengan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/4) lalu.
"PAN memang membuka komunikasi ke Pak Jokowi lewat Pak Zul. Dari informasi yang saya peroleh, ketika pertemuan di Istana itu ada permintaan kepada Pak Jokowi agar PAN mendapatkan bagian pimpinan DPR atau MPR," ujar Karding dalam pesan singkat, Selasa (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, politikus PKB ini menyampaikan komunikasi perlu dibangun di tengah kondisi politik saat ini. Sebab komunikasi penting untuk mencairkan situasi.
"Mencairkan itu penting dan misalkan pun PAN seperti itu tak ada masalah, wajar dalam politik. Boleh dibangun komunikasi-komunikasi," ujar Karding.
Tak lama pernyataan itu disampaikan, Zulhas terlihat berbincang dengan Jokowi di Istana Negara. Kehadiran Zulhas di Istana Negara untuk menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2019-2024.
Namun Sekjen PAN Eddy Suparno membantah partainya sedang membuka opsi keluar dari koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Kita tetap konsisten berada di koalisi Adil Makmur," kata Eddy kepada CNNIndonesia.com, Jumat (26/4).
Eddy juga membantah rumor bahwa Zulhas membahas rencana PAN angkat kaki dari koalisi Prabowo-Sandi bersama Jokowi di Istana beberapa waktu lalu.
Menurut Eddy, Zulhas bertemu Jokowi di Istana Negara, Rabu (24/4) kemarin dalam kapasitas sebagai Ketua MPR RI untuk menghadiri pelantikan Gubernur Maluku Murad Ismail dari hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018. Eddy menekankan Murad Ismail yang berpasangan dengan Barnabas Orno didukung oleh PAN.
[Gambas:Video CNN] (jps/osc)