KPK Geledah Rumah Mendag Enggar Terkait Kasus Bowo Sidik

CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 10:04 WIB
KPK Geledah Rumah Mendag Enggar Terkait Kasus Bowo Sidik KPK menggeledah kediaman pribadi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Selasa (30/4) sore, sehari setelah menggeledah ruang kerjanya di Kemendag. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terhadap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Kali ini, lembaga antirasuah itu menggeledah rumah Enggar.

"Iya (terjadi penggeledahan) Selasa sore," kata Juru Bicara KPK saat dikonfirmasi, Kamis (2/4).

Febri belum menjelaskan apa saja yang diamankan dari rumah politikus partai NasDem tersebut. Hanya saja, kata Febri, Penggeledahan ini terkait dengan sumber dana gratifikasi yang diterima oleh tersangka Anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso.

Ia mengatakan tim penyidik telah bergerak ke sejumlah tempat dalam beberapa hari kemarin untuk menelusuri bukti dan informasi yang relevan.


"Ini merupakan bagian dari proses verifikasi beberapa info yang berkembang di penyidikan, terutama terkait dengan apakah benar atau tidak info tentang sumber dana gratifikasi yang diduga diterima BSP (Bowo Sidik Pangarso)," kata Febri.

Sebelumnya, KPK menggeledah ruang kerja milik Enggar di Kementerian Perdagangan pada Senin (29/4). Dari sana, KPK mengamankan sejumlag dokumen terkait dengan perdagangan gula rafinasi.

Bowo Sidik sendiri bersama Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti dan Indung, sebelumnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka suap kerja sama distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK.

Bowo diduga meminta komisi kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$2 per metric ton. Ada enam kali penerimaan yang diduga telah terjadi sebelumnya di sejumlah tempat sebesar Rp221 juta dan US$85.130.

KPK mengendus Bowo juga menerima uang di luar kasus dugaan suap kerja sama distribusi pupuk. Tim KPK kemudian menemukan uang sejumlah Rp8 miliar di Kantor PT Inersia, perusahaan milik Bowo. (sah/gil)