Saat melapor, Rezza dan turut didampingi oleh Tim Advokasi Jurnalis Indonesia (TAJI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung.
"Kami melaporkan terkait dengan kekerasan terhadap jurnalis. Dengan melapor ke sini, kami harapkan supaya Propam menindaklanjuti jurnalis yang mengalami kekerasan saat meliput May Day," kata juru bicara TAJI, Moh. Abdul Muit Pelu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ini kita laporan dulu. Kalau ada bukti tambahan akan kita sampaikan. Untuk salah satu yang mengalami kekerasan (Rezza) sudah kita lampirkan pemeriksaan rumah sakit. Visum kalau dibutuhkan kita tunggu saja," kata Muit.
Kejadian yang menimpa Rezza dan Prima berawal ketika keduanya sedang memantau kondisi pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate, selepas aksi yang dilakukan AJI Bandung pada peringatan Hari Buruh Internasional.
Kemudian, di sekitar Jalan Dipatiukur, Prima dan Rezza melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang didominasi berbaju hitam-hitam.
Keduanya melihat polisi sedang memukuli massa.
Sambil memiting Rezza, polisi tersebut juga membentak dengan pertanyaan, "Dari mana kamu?"
Rezza menjawab sambil menunjukkan Kartu Identitas (ID) Persnya. Bukan melunak, polisi tersebut malah merampas kamera yang dipegang Rezza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali.
Kemudian menghapus sejumlah foto yang berhasil diabadikan Rezza. (hyg/osc)