FOTO: Simulasi e-Voting untuk Pemilu di Gedung BPPT

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Jumat, 03/05/2019 17:50 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk menyempurnakan kecepatan dan ketepatan dalam proses pemilu berbasis e-voting, BPPT pun melakukan simulasi, Jumat (3/5).

Petugas melakukan simulasi alat E-Voting di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pemilihan secara elektronik ini terdiri dari proses e-verifikasi, e-voting, dan e-rekapitulasi. Lewat proses itu nantinya bila terlaksana diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparasi pemilihan umum (pemilu). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
BPPT sudah melakukan kajian dan mempraktikkan e-voting ini pada lebih dari 900 pilkades. Perolehan suara pun langsung bisa diketahui saat TPS tutup (e-rekapitulasi). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
E-rekapitulasi merupakan pilihan inovatif yang diharapkan mampu mencegah aspek manipulasi data. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Penggunaan e-Voting dalam pemilu pun sempat ditonjolkan lagi oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo. Menurutnya metode itu sebaiknya sudah bisa dilakukan pada pemilu untuk kepala daerah selanjutnya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Proses e-Voting sendiri telah dibahas dan dikaji pula tingkat penggunaannya oleh Kementerian Dalam Negeri. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Untuk menggunakan e-Voting, Mendagri Tjahjo Kumolo pun membandingkan dengan India yang memiliki pemilik hak pilih sekitar 1 miliar yang telah menggunakan teknologi tersebut untuk pemilu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan agar bisa digunakan e-Voting dalam proses Pilkada mendatang, maka perlu dilakukan perubahan dalam UU pemilu sehingga memiliki payung hukum yang kuat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)