Hal itu terungkap lewat penangkapan yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganja tersebut disamarkan menggunakan karung semen untuk mengelabui petugas. Penyidik pun membawa kedua tersangka ke Mapolda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ilustrasi barang bukti ganja. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Di situ kenalan, karena saya bawa truk dia tawarin mau ngantar ganja ini enggak, saya bilang oke. Akhirnya saya ikut ke Aceh ngambil ganja itu dengan Mujianto. Dikasih uang jalan Rp3 juta," ujar warga Desa Beketel Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini.
Dirinya mengaku hanya disuruh mengantar ganja tersebut ke Jakarta, namun tidak mengetahui alamat tujuan pastinya.
Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap AB, yang diduga merupakan bandar atau pengedar besar ganja ke seluruh wilayah di Sumatera dan Jakarta.
"Bisa jadi jaringan ini juga yang memasok ganja ke Sumsel selain ke Jakarta. Masih kita dalami lagi penyelidikannya," ujar dia.
kapollda Sumsel Zulkarnain Adinegara (kedua kiri). (CNN Indonesia/Hafidz) |
Samsul ditangkap saat menginap di Hotel Alam Sutra, Jalan Kolonel H Burlian Palembang. Petugas yan menggeledah kamarnya menemukan sabu-sabu yang disembunyikan di dalam ranjang tidur.
"Saya diupah Rp50 juta, disuruh oleh BN [buron] orang Kalimantan. Saya cuma disuruh mengantarkan nanti ketemu orang. Cuma belum sempat ketemu orangnya sudah ditangkap," ujar dia.
[Gambas:Video CNN] (idz/arh)
Ilustrasi barang bukti ganja. (
kapollda Sumsel Zulkarnain Adinegara (kedua kiri). (CNN Indonesia/Hafidz)