Kirim 106 Kg Ganja Aceh ke Jakarta, Kurir Diupah Rp20 Juta

CNN Indonesia | Sabtu, 04/05/2019 03:47 WIB
Kirim 106 Kg Ganja Aceh ke Jakarta, Kurir Diupah Rp20 Juta Ilustrasi ganja. (CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)
Palembang, CNN Indonesia -- Dua kurir narkoba, Riskiansyah (44) dan Mujianto (45), mengaku diupah Rp20 juta untuk mengantarkan ganja seberat 106 kilogram (kg) dari Aceh ke Jakarta. Keduanya tak tahu tujuan pengirimannya sebelum tiba di Jakarta.

Hal itu terungkap lewat penangkapan yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan.

Penangkapan bermula saat penyidik mendapatkan informasi soal rencana pengiriman ganja berskala besar melalui jalur darat. Setelah melakukan penyelidikan, kepolisian pun melakukan operasi penangkapan di Jalan Lintas Sumatera Palembang-Jambi, Desa Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel, Senin (29/4).


Penyidik pun menyetop laju truk bernopol K 1435 RH yang dikendarai oleh Riski dan Mujianto. Saat melakukan pemeriksaan terhadap muatan truk, penyidik menemukan 6 karung plastik berisi 99 bungkusan kertas coklat berisi ganja kering seberat 106 kg.

Ganja tersebut disamarkan menggunakan karung semen untuk mengelabui petugas. Penyidik pun membawa kedua tersangka ke Mapolda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ilustrasi barang bukti ganja.Ilustrasi barang bukti ganja. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Tersangka Riski mengaku dijanjikan upah Rp20 juta oleh AB, warga Aceh untuk mengantarkan ganja tersebut ke Jakarta. Riski mengaku berkenalan dengan Abu saat bertemu secara tidak sengaja di Bakauheni, Lampung. Sementara Mujianto akan diberi bagian Rp5 juta.

"Di situ kenalan, karena saya bawa truk dia tawarin mau ngantar ganja ini enggak, saya bilang oke. Akhirnya saya ikut ke Aceh ngambil ganja itu dengan Mujianto. Dikasih uang jalan Rp3 juta," ujar warga Desa Beketel Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini.

Dirinya mengaku hanya disuruh mengantar ganja tersebut ke Jakarta, namun tidak mengetahui alamat tujuan pastinya.

"Katanya kalau sudah sampai Jakarta nanti ada yang menghubungi, nanti dikasih tahu dikirim ke alamat mana. Makanya saya tidak tahu tujuan aslinya," ujar dia.

Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap AB, yang diduga merupakan bandar atau pengedar besar ganja ke seluruh wilayah di Sumatera dan Jakarta.

"Bisa jadi jaringan ini juga yang memasok ganja ke Sumsel selain ke Jakarta. Masih kita dalami lagi penyelidikannya," ujar dia.

Kirim 106 Kg Ganja Aceh ke Jakarta, Kurir Diupah Rp20 Jutakapollda Sumsel Zulkarnain Adinegara (kedua kiri). (CNN Indonesia/Hafidz)
Selain menggagalkan peredaran ratusan kilogram ganja, Ditres Narkoba Polda Sumsel juga menangkap Samsul Abidin (35), warga Batam, Kepulauan Riau, yang hendak mengedarkan 2 kilogram sabu-sabu di Palembang.

Samsul ditangkap saat menginap di Hotel Alam Sutra, Jalan Kolonel H Burlian Palembang. Petugas yan menggeledah kamarnya menemukan sabu-sabu yang disembunyikan di dalam ranjang tidur.

"Saya diupah Rp50 juta, disuruh oleh BN [buron] orang Kalimantan. Saya cuma disuruh mengantarkan nanti ketemu orang. Cuma belum sempat ketemu orangnya sudah ditangkap," ujar dia.

[Gambas:Video CNN] (idz/arh)