Gresik Selatan Banjir, Diperparah Jebolnya Dua Tanggul

CNN Indonesia | Jumat, 03/05/2019 23:23 WIB
Gresik Selatan Banjir, Diperparah Jebolnya Dua Tanggul Ilustrasi banjir. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jalur arah Gresik Selatan ditutup sementara akibat banjir luapan Kali Lamong di wilayah itu yang semakin parah. Beberapa kendaraan besar terpaksa dilarang lewat karena dikhawatirkan memperparah genangan banjir.

"Kami lakukan lantaran kondisi banjir di Desa Iker-iker Geger terus meningkat. Luberan air akibat luapan Kali Lamong sampai di jalan raya, dan kami suruh putar balik semua truk yang lewat," kata Kapolsek Cerme AKP Iwan Puerwanto, Jumat (3/5) seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, beberapa wilayah terdampak banjir di Kabupaten Gresik juga telah ditutup, seperti di jalan Raya Boboh, Jalan Raya Banjarsari.


"Kami menyiapkan sejumlah petugas di beberapa titik jalur utama, untuk menghalau truk yang memaksa masuk jalur banjir," katanya.


Komandan Korem 084 Kolonel Inf Sudaryanto mengatakan ratusan personel TNI-Polri dan relawan terus memantau kondisi warga yang bertahan di rumah, sebab sebagian menolak untuk dievakuasi ke tempat aman.

"Pengiriman logistik terus kami lakukan. Baik makanan hingga obat-obatan, dan kami juga fokuskan kepada warga yang masih bertahan karena tidak mau dievakuasi," katanya.

Sudaryanto mengatakan tim di lapangan telah membangun tenda tanggap bencana, dapur umum yang berdiri di sebelah gapura Dusun Iker-iker.

Banjir akibat luapan Kali Lamong itu diperparah jebolnya dua tanggul yakni di Desa Pandu, Kecamatan Cerme dan tanggul di Desa Cermen, Kedamean.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Tarso Sagito mengatakan wilayah terdampak banjir semakin meluas akibat tanggul jebol.

Selain melanda sejumlah desa di Kecamatan Cerme, banjir menggenangi hingga Kecamatan Kedamean dan merendam sebanyak 178 rumah dan jalan lingkungan dengan ketinggian air 70 sampai 150 sentimeter.

"Arus lalu lintas macet total karena Jalan Raya Cerme Kidul Raya dan Jalan Raya Boboh tergenang air dengan ketinggian 20 sampai 30 sentimeter," katanya.

Sedangkan jumlah desa yang terendam banjir di Kecamatan Cerme ada 10 titik, Kecamatan Menganti 5 desa, Kecamatan Benjeng 6 desa, serta Kecamatan Balongpanggang ada 7 desa.

"Di sebagian titik air sudah mulai surut salah satunya di wilayah Kecamatan Benjeng, dan di Kecamatan Balongpanggang, genangan air sejatinya juga sudah mulai surut sejak pukul 00.00 dini hari. Namun tadi pagi kembali terjadi genangan sekitar 20 sentimeter yang terpantau sampai siang," katanya.

Sesuai data BPBD Gresik, wilayah terdampak banjir semakin meluas menjadi lima kecamatan, antara lain di Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti dan Kedamean.

Kondisi terkini untuk genangan air di Desa Sedapurklagen, Benjeng sudah surut. Adapun di wilayah Kecamatan Balongpanggang, tercatat 4 desa yang sudah mulai surut, di antaranya Desa Dapet, Desa Karangsemanding, Desa Sekarputih, dan Desa Pucung.

Sementara untuk genangan paling parah ada di Desa Pandu, Kecamatan Cerme, dan posisi air berada di jalan poros desa menggenang antara 30 sampai 758 sentimeter.

(Antara/kid)