Polisi Dalami Oknum Pilot Aniaya Pegawai Hotel di Surabaya

CNN Indonesia | Jumat, 03/05/2019 20:37 WIB
Polisi Dalami Oknum Pilot Aniaya Pegawai Hotel di Surabaya Ilustrasi pemukulan. (Istockphoto/stevanovicigor).
Surabaya, CNN Indonesia -- Polrestabes Surabaya tengah mendalami dugaan penganiayaan oleh oknum pilot maskapai penerbangan swasta terhadap salah satu pegawai hotel di Surabaya, Jawa Timur. Rekaman video dugaan pemukulan itu viral di media sosial.

Kapolrestabes Surabaya, Komisaris Besar Rudi Setiawan mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan identifikasi lokasi. Diketahui lokasi dugaan pemukulan tersebut terjadi Hotel La Lisa yang terletak di bilangan Nginden Surabaya.

"Polrestabes menerjunkan tim, dan kami mendapatkan lokasi yang sebagaimana di dalam rekaman tersebut itu adalah sebuah hotel di daerah Nginden, Hotel La Lisa," kata Rudi saat ditemui di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (3/5).


Di sana polisi juga telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah orang yang berada di hotel tersebut. Berdasarkan penyelidikan awal itu pol pun menemukan sejumlah, termasuk identitas korban yang diketahui lelaki asal Madura.

"Sebagaimana yang kita lihat rekaman tersebut ada seorang pemuda laki-laki, berinisial AR, domisili Madura, di pukul dua kali, ditampar pakai tangan kiri dua kali dan dipukul pakai tangan kanan dua kali," ujarnya.

Tak cuma itu polisi juga sudah mengantongi identitas oknum pilot yang diduga melakukan pemukulan, termasuk rekan-rekan pilot bersangkutan.

"Si pilot tersebut bersama dengan enam orang kru lainnya bermalam di hotel tersebut, jadi ada pramugara dan pramugari. Semuanya enam orang, dua pramugara, tiga pramugari," ujar Rudi.

Pemukulan itu pun, kata Rudi dipicu dari latar belakang adanya kekecewaan oknum pilot terhadap AR karena pelayanan yang tak memuaskan, dalam hal ini pakaian yang kurang rapi disetrika.

"Ada kekecewaan terhadap pelayanan dalam menstrika yang dilakukan oleh house keeping, yang diduga dilaksanakan oleh si korban. Kemudian dia (terduga pelaku) turun dari kamar, terus melakukan pemukulan," kata Rudi.

Sementara itu General Manajer (GM) La Lisa Hotel, Rahmi D Tris membenarkan kejadian pemukulan atau penganiayaan terhadap salah satu pegawainya tersebut. Ia mengatakan hal itu terjadi Selasa, 30 April 2019 lalu.

Rahmi menjelaskan saat ini korban pemukulan itu sedang izin cuti untuk istirahat sebagai pemulihan trauma. Meski demikian, Rahmi menyebut korban tak mengalami sakit fisik.

"Betul kejadiannya tanggal 30 April lalu. Korban ambul libur beberapa hari untuk memulihkan trauma," katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. (frd/osc)