Tim Rukyat Kemenag Sebut Ketinggian Hilal Sudah Signifikan

CNN Indonesia | Minggu, 05/05/2019 18:39 WIB
Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya memprediksi 1 Ramadan akan jatuh pada Senin (6/5). Ilustrasi tim rukyatul hilal. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama menyatakan ketinggian hilal sudah signifikan. Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya memprediksi 1 Ramadan akan jatuh pada Senin (6/5).

"Yang kami sudah tahu ketinggian hisabnya. Ketinggian hilalnya itu sudah signifikan, di Indonesia antara 4,52 sampai dengan 5,72 derajat," ujar Cecep jelang sidang isbat di Kantor Kemenag, Jakarta, Minggu (5/5) petang.

"Kalau itu sesuai dengan kalender, berarti awal bulan Ramadan itu besok hari Senin tanggal 6 Mei 2019," ujarnya.

Cecep memaparkan hisab dalam pemantauan hilal bersifat informatif. Sehingga, ia mengatakan penentuan 1 Ramadan 1440 tetap berada di tangan ruk'yah sebagaimana Fatwa MUI Nomor 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan.


Ia berkata fatwa tersebut menyatakan bahwa penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah dilakukan berdasarkan metode rukyat dan hisab oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama.

"Hisabnya sudah ada. Nah sekarang rukyatnya itu ingin membuktikan," ujar Cecep.

Lebih lanjut, Cecep memaparkan terdapat 102 titik pemantaun hilal yang tersebar di 34 provinsi. Saat ini, ia berkata hasil pemantauan akan dilaporkan dalam sidang isbat untuk menentukan 1 Ramadan 1440 H.

"Mereka sedang merukyat, membuktikan. Nanti hasilnya akan dikirim pada sidang Isbat," kata dia.

Di sisi lain, Cecep menentukan ketinggian hilal di Indonesia secara umum setinggi 2 derajat. Sehingga, ia memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan melaporkan bahwa hilal terlihat.

"Jadi kalau ada yang melaporkan memang sudah tidak aneh lagi. Apalagi perukyat kita sudah memakai teknologi modern," ujar Cecep.

Lebih dari itu, ia menyampaikan ijtimak sudah terjadi pada pukul 05.45 WIB. Sehingga, yang terlihat dalam pemantauan sore ini adalah hilal.

"Pagi tadi itu menunjukkan ijtimak sudah terjadi. Berarti yang kita lihat sekarang itu hilal. Jadi bulan sabit muda pasca ijtimak," ujarnya.

"Kami berharap ada yang melaporkan. Tidak usah banyak-banyak, syukur-syukur kalau sebanyak-banyaknya lebih afdol. Tapi ada beberapa saja yang melaporkan hilal itu tidak apa-apa untuk menjadi patokan Menag dalam sidang isbat," ujar Cecep.
[Gambas:Video CNN] (jps/dea)