Tinjau Calon Ibu Kota Baru, Jokowi Dibawa ke Bukit Soeharto

CNN Indonesia | Selasa, 07/05/2019 14:59 WIB
Tinjau Calon Ibu Kota Baru, Jokowi Dibawa ke Bukit Soeharto Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah serius dalam mengkaji dan merencanakan pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan untuk menindaklanjuti pengkajian rencana pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta.

Kunjungannya ke Kalimantan Timur (Kaltim), Jokowi beserta rombongan dibawa tim pendamping dari provinsi tersebut meninjau Bukit Soeharto.

Kawasan Bukit Soeharto yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara itu diusulkan sebagai opsi calon lokasi pemindahan Ibu Kota baru negara Indonesia.


"Sebagai negara besar kita ingin punya pusat pemerintahan yang terpisah dari pusat ekonomi, bisnis dan jasa perdagangan," kata Presiden Joko Widodo saat meninjau Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartenegara, Kaltim, Selasa.


Di kawasan Bukit Soeharto itu juga melintas Tol Samarinda-Balikpapan yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian dan pada akhir 2019 diharapkan sudah selesai.

"Tinggal 14 persen lagi sehingga akhir 2019 diharapkan sudah selesai," harap Jokowi.

Jokowi juga menyebutkan baik Balikpapan maupun Samarinda sudah memiliki bandara sehingga dari sisi infrastruktur akan memudahkan mobilitas orang maupun barang.

Dalam peninjauan itu Presiden Jokowi didampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Seskab Pramono Anung.

Pun turut hadir Wagub Kaltim Hadi Mulyadi dan Bupati Kutai Kartanegara Edy Dharmasyah.

Sebelumnya Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor merespons wacana pemindahan ibu kota yang dilontarkan Jokowi dengan menyodorkan lahan bukit Soeharto. Menurutnya taman hutan raya yang merupakan milik negara itu cukup luas, dan sudah ada fasilitas transportasi yang memadai menuju lokasi itu seperti tol dan bandara.

Dengan demikian, menurut Isran, biaya mendirikan ibu kota negara semakin murah.

"Saya mengusulkannya di Bukit Soeharto karena itu hutan milik negara dan jumlah penduduknya sedikit. Ketinggiannya jauh (dari bencana banjir)," tutur Isran pada Selasa (30/4).

Isran menilai lahan Bukit Soeharto sangat luas dibanding lahan Panajam Paser Utara (PPU) yang pernah diusulkan mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Bukit Soeharto memiliki luas 61.850 hektare berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Panajam Paser Utara.

Untuk menuju kawasan itu hanya membutuhkan waktu 45 menit dari Balikpapan dan 1,5 jam dari Samarinda.

(Antara/kid)