"Kami juga meminta kalau nanti Pak Jokowi pasti jadi presiden lagi, supaya dibentuk suatu zaken kabinet, kabinet yang terdiri dari orang-orang ahli," kata Syafii di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain Syafii menyebut para menteri terpilih nanti juga memahami Pancasila dan berjiwa patriot. Menurutnya, para menteri harus juga membantu presiden menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa Indonesia.
Jokowi yang maju bersama Ketua MUI Ma'ruf Amin untuk sementara unggul dari pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdasarkan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) per Kamis (9/5) pagi.
Melihat Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik KPU, pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 63.011.779 atau 56,23 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 49.052.684 atau 43,77 persen.
Bila suara tersebut tak berubah sampai 22 Mei, Jokowi-Ma'ruf bakal dinyatakan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024. Jokowi memiliki hak prerogatif untuk menyusun jajaran kabinet untuk periode kedua.
Pada periode pertama, Jokowi menamakan kabinetnya sebagai Kabinet Kerja. Selama menjabat sekitar 4,5 tahun, mantan gubernur DKI Jakarta itu sudah empat kali melakukan perombakan kabinetnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/arh)