Massa FPI Bergerak, Gedung Bawaslu Dipagari Kawat Berduri

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 13:40 WIB
Massa FPI Bergerak, Gedung Bawaslu Dipagari Kawat Berduri Massa keumatan yang mengawal BPN Prabowo bergerak lewat Jalan Katedral dari Masjid Istiqlal menuju Bawaslu. Sekumpulan anggota polisi dan Brimob terpantau ikut mengiringi massa, Jumat (10/5). (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah massa yang didominasi anggota Front Pembela Islam (FPI) berkumpul di depan pintu gerbang Masjid Istiqlal dekat pintu Alfattah, Jumat (10/5) siang. Usai melaksanakan ibadah salat Jumat, massa berencana bergerak menuju kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin.

FPI bersama massa yang menamakan diri Koalisi Umat berencana menggeruduk kantor Bawaslu guna melaporkan dugaan kecurangan Pemilu 2019. Laporan kecurangan akan disampaikan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Pantauan CNNIndonesia.com sekitar pukul 13.00 WIB, aparat mulai berjaga-jaga di sekitar lokasi. Sekitar pukul 13.13 WIB, gerombolan massa yang berkisar antara seribu hingga dua ribu orang mulai bertolak menuju ke gedung Bawaslu sambil dikawal oleh petugas kepolisian.


Sebelumnya, menurut informasi berupa poster yang memuat logo Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Alumni PA 212, massa diajak mengawal dan bukannya melakukan demo. Jaminan bukan demo dibenarkan oleh juru bicara PA 212, Slamet Maarif.


"Hari ini kan resmi BPN mau lapor. Kita kawal bukan demo," ujar Slamet saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Poster itu juga memuat ajakan kepada massa yang akan mengikuti aksi agar tetap menjaga ketertiban lalu lintas dan tidak menimbulkan keributan.

"Wajib tertib dan disiplin lalu lintas serta ramah dan damai," tulisnya.


Sementara itu dari Kantor Bawaslu, aparat mulai memperketat penjagaan. Sejumlah sisi gedung Bawaslu dipagari kawat berduri. Barikade kawat berduri di sepanjang trotoar gedung Bawaslu menghadap Jalan MH Thamrin.

Sejumlah polisi juga bersiaga di depan dan belakang pagar besi Kantor Bawaslu yang setinggi 2,5 meter. "Hari kemarin (Kamis) tidak ada kawat berduri," kata salah satu petugas keamanan kantor Bawaslu, Winarko.

Selain itu, dua kendaraan taktis milik Polda Metro Jaya, seperti mobil water cannon dan mobil Barracuda, terparkir di depan Kantor Bawaslu.

(ani/ain)