Gagal ke Yerusalem, 29 Orang Laporkan Travel ke Polisi

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 22:18 WIB
Gagal ke Yerusalem, 29 Orang Laporkan Travel ke Polisi Para korban penipuan travel HMT melapor ke polisi karena gagal berangkat ke Yerusalem. (CNN Indonesia/Shaskya Thalia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 29 orang melaporkan HMT Tour & Travel terkait penipuan perjalanan Timur Tengah. Mereka mengaku gagal berangkat untuk perjalanan jenis Holyland dan tak mendapat kejelasan pengembalian dana dari pihak travel.

Laporan para korban ini diterima dengan nomor laporan LP/2871/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 10 Mei 2019. Dalam laporan, Direktur PT Hidup Makmur Terencana (HMT), penyelenggara tour Holy land, Ronny B Tambayong dan Ribkah Darmawanti dikenakan Pasal 378 KUHP dan Pasal 3,4,5 UU RI No. 8 Tahun 2010 tentang dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Ari Yudhanto, salah satu perwakilan korban peserta tour Holy Land yang diadakan oleh travel HMT mengatakan seharusnya pada tanggal 22 Februari 2019 ia dan para korban lainnya pergi menuju Mesir, Yarusalem (Palestina), serta Yordania, namun gagal. Mereka pun meminta pengembalian dana pemberangkatan tersebut.


"Namun, sampai dengan saat ini sesuai dengan komitmen mereka untuk mengganti melakukan refund terhadap dana yang sudah kami berikan tersebut, sampai dengan saat tidak terealisir," kata Ari di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/5).

Selain grupnya, kata Ari, ada juga grup tour lain yang menjadi korban pada bulan April, Mei, sampai dengan akhir tahun ini. Ia mengatakan para korban ini masih banyak yang belum mendapat kejelasan pengembalian dana.

Surat LP kasus penipuan HMT tour & travel.Surat LP kasus penipuan HMT tour & travel. (CNN Indonesia/Shaskya Thalia)
"Dan juga intinya adalah kami melaporkan terhadap apa yg sudah dijanjikan mereka beberapa kali mereka tidak dapat merealisasikan apa yang sudah dijanjikan kepada kami. Harusnya tanggal 6 April kemarin sampai dengan saat ini juga tidak terealisasi," jelas Ari.

Dia mengatakan sebanyak 168 orang dari grupnya menjadi korban. Namun, jika ditambah dengan grup perjalanan lainnya, korban mencapai kurang lebih 2.000 orang.

Ari juga menjelaskan pihak travel beralasan karena kesulitan pendanaan.

"Kami yang sudah membayar kembalikan saja dana refund kami itu yang perlu dilakukan itu sudah kami sampaikan tapi sampai dengan beberapa kali pertemuan mereka tidak melakukan apa yang menjadi kesepakatan," tutur Ari

"Mereka sudah membuat surat kesepakatan pernyataan bahwa akan membayar tinggal 6 (April) namun sampai saat ini mereka tidak merealisasikan dan ada tendensi yang kurang baik," lanjutnya.

Korban lainnya, Cecilia, mengatakan pihaknya pernah dimintai US$500 dolar ketika berada di Israel. Jika tidak membayar, katanya, kelompok perjalanan akan ditelantarkan.

Turis menikmati pemandangan Kota Tua Yerusalem, 23 January. Turis menikmati pemandangan Kota Tua Yerusalem, 23 January. (THOMAS COEX / AFP)
"Kalau tidak mau bayar tidak bisa masuk Israel dan akan ditelantarkan. Jadi kita semua grup harus membayar saya itu juga. Saya sudah ikut turnya itu. Tapi sampai di sana mau masuk Israel enggak boleh. Karena harus bayar lagi 500 dolar," tutur Cecilia.

Setelah sampai di tanah air, ia langsung menuju kantor PT HMT. Sebelumnya, ia mendapat surat perjanjian hutang dari pihak travel dengan tenggat pembayaran dua bulan setelah tiba tanah air.

"Tapi setelah saya tanyakan lagi, ternyata dimundurin lagi pembayarannya, jadi kami datang ke PMJ ini untuk melaporkan," tutur Cecilia.

Dalam rilisnya, pihak tour & travel meminta para peserta memberikan dana talangan sebesar US$500 lebih dahulu.

"Dana talangan ini akan dikembalikan +/- 45 sampai 60 hari sejak peserta tiba di Tanah Air. HMT akan menyelesaikan persoalan ini agar perjalanan kita bisa berlangsung dengan lancar," tuturnya.

Sebelumnya, ratusan orang sempat tertahan di Swiss-Belhotel Bandara Soekarno-Hatta karena pihak travel membatalkan keberangkatan mereka ke Yerusalem. Total sekitar 192 anggota jemaat ini seharusnya berangkat pada Jumat, 22 Februari 2019.

[Gambas:Video CNN] (sas/arh)