Polisi Selidiki Sidik Jari di Kamar Hotel Wanita Dimutilasi

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 06:49 WIB
Polisi Selidiki Sidik Jari di Kamar Hotel Wanita Dimutilasi Ilustrasi TKP pembunuhan. (Istockphoto/joebelanger)
Palembang, CNN Indonesia -- Penyidik menemukan sidik jari di kamar nomor 6, penginapan Sahabat Mulia, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, yang merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP) tewasnya Fera Oktaria (21) dengan kondisi tangan terpotong.

Kabid Humas Polda Sumatra Selatan Komisaris Besar Supriadi mengatakan sidik jari tersebut ditemukan di dinding kamar tempat penemuan jenazah kasir minimarket itu. Tim forensik Puslabfor Polri Cabang Palembang tengah menelusuri pemilik sidik jari yang diduga milik pelaku pembunuh Fera itu.

"Belum bisa dipastikan sidik jari siapa sebelum selesai diteliti Puslabfor. Akan menjadi bagian dari barang bukti dalam menentukan tersangkanya," ujar Supriadi, Minggu (12/5).


Berdasarkan hasil visum terhadap jenazah, petugas forensik menemukan banyak luka memar di sekujur tubuh korban. Korban diduga tewas akibat luka yang disebabkan benda tumpul di bagian kepala. Kemungkinan besar, Supriadi berujar, korban dieksekusi di kamar penginapan, lalu tangannya dipotong.

"Kita sudah periksa enam saksi terkait kasus ini. Masih kita kembangkan terus untuk penyelidikan selanjutnya," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, pelaku pembunuhan Fera diduga merupakan mantan kekasihnya, DP, yang merupakan anggota TNI berpangkat Prajurit Dua dan sedang mengenyam pendidikan di Sartaif Rindam II/Baturaja.

Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Infanteri Djohan Darmawan membenarkan bahwa DP ialah salah satu anggota TNI. Pihaknya telah menerima laporan tersebut dari keluarga korban dan kini sedang menyelidikinya.

"Saat ini yang bersangkutan dilaporkan tidak hadir tanpa izin. Ini masih dugaan dan masih diselidiki oleh Pomdam II/Sriwijaya. Penyelidikan kita lakukan dulu apakan ada benang merahnya ketidakhadiran DP ini dengan meninggalnya FO. Kami pastikan oknum TNI akan diproses hukum yang berlaku bila terbukti melakukan tindakan pidana," kata Djohan.
(idz/arh)