Ada di Mekkah, Bachtiar Nasir Tak Datang ke Bareskrim Besok

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 22:28 WIB
Ada di Mekkah, Bachtiar Nasir Tak Datang ke Bareskrim Besok Bachtiar Nasir saat memberikan keterangan pers tentang "Sikap Umat Islam Menghadapi Pilpres 2019". Jakarta, Selasa 29 Januari 2019. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kuasa hukum Bachtiar Nasir, Aziz Yanuar, mengatakan bahwa kliennya belum bisa memenuhi panggilan pemeriksaan dari kepolisian pada Selasa (14/5) karena masih berada di Mekkah, Arab Saudi. Bachtiar disebut tengah menghadiri acara Liga Muslim Dunia.

Diketahui, Bachtiar sudah dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dari polisi sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Benar (sedang berada di Mekkah). Sejak beberapa hari yang lalu saya lupa. Menghadiri undangan acara Liga Muslim Dunia," ucap Aziz saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (13/5).


Aziz mengaku tidak tahu bahwa kepolisian meminta Ditjen Imigrasi Kemenkumham mencekal kliennya bepergian ke luar negeri. Karenanya, dia memberi jawaban rinci bagaimana Bachtiar bisa berada di Mekkah.

"Saya tidak tahu kalau masalah pencekalan," ucap Aziz.

Aziz mengatakan Bachtiar masih berada di Mekkah hingga beberapa hari ke depan. Dia menduga Bachtiar bisa berada di Mekkah hingga akhir Ramadan.

Aziz mengaku sudah mengirimkan surat permohonan penundaan pemeriksaan ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

"Tadi saya antar surat permohonannya ke Mabes Polri. Permohonan penundaan pemeriksaan, " ucap Aziz.

Dalam surat tersebut, kuasa hukum atas nama Tim Advokasi Ustaz Bactiar Nasir (TA-UBN), memohon penundaan pemeriksaan kliennya pada Selasa (14/5).

"Karena klien kami saat ini sedang berada di Mekkah untuk menjalankan ibadah umrah dan selanjutnya memenuhi undangan dari Muslim World League untuk mengikuti Konferensi Internasional di Mekkah tanggal 19-22 Mei dengan tema Moderasi Islam dalam Quran dan Sunnah," mengutip bunyi surat permohonan penundaan pemeriksaan.

Undangan kepada Bachtiar Nasir dari Liga Muslim Dunia juga dilampirkan. Undangan itu bertuliskan aksara Arab.

Diketahui, Kepolisian telah menetapkan Bachtiar Nasir sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) lewat Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS). Bachtiar sudah dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan kepolisian sebagai tersangka. (bmw/fea)


BACA JUGA