Sengketa Lahan Stadion BMW, Anies Klaim Dijegal

CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 14:32 WIB
Sengketa Lahan Stadion BMW, Anies Klaim Dijegal Gubernur DKI Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim dijegal terkait dengan sengketa lahan Stadion Bersih Manusiawi dan Berwibawa (BMW) di Jakarta Utara. Anies merasa ada pihak yang sengaja menjegal upaya Pemprov DKI untuk membangun Stadion BMW yang disebut-sebut bakal jadi markas Persija Jakarta itu.

Untuk itu dia meminta doa dari The Jak atau pendukung Persija agar bisa menghalau hal-hal yang dia anggap mengganggu.

"Saya minta doanya dari Persija, The Jak doakan agar gangguan seperti ini bisa mengecil di kemudian hari. Bantu untuk awasi, selalu ada saja pihak yang ingin menjegal," kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/5).


Karena itu, Anies berharap, dengan bantuan The Jak yang turut mengawasi, maka pembangunan Stadion BMW bisa segera direalisasikan.

"Bantu ini sehingga stadion bisa terwujud untuk semuanya," ucap Anies lagi.

Anies juga meminta agar Persija tidak resah terkait pembangunan stadion ini. Ia berjanji bakal terus berusaha agar stadion bertaraf internasional ini bisa dibangun.

"Tetap jalan terus, teman Persija jangan khawatir. IG saya penuh semalam. Ikhtiar kita adalah membangun untuk seluruh warga DKI, ini bukan untuk kepentingan kecil," tutup Anies.

Sebelumnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai pihak yang mengeluarkan sertifikat hak pakai bagi DKI kalah dalam gugatan lahan BMW yang diajukan oleh PT Buana Permata Hijau. Surat hak pakai DKI itu dianggap cacat karena dikeluarkan saat DKI sedang menjalani persidangan konsinyasi.

Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhana mengatakan Pemprov DKI akan turut banding dalam kasus ini sebagai pihak tergugat II. Pemprov DKI akan melayangkan surat banding per hari ini ke PTUN.

Yayan juga menegaskan kasus ini tidak mengganggu jalannya pembangunan karena belum ada putusan yang sah. "Tidak terhenti karena putusan itu, karena amar putusan tidak ada penetapan penundaan," tutur dia.

[Gambas:Video CNN] (ctr/osc)