"Enggak ada orang NU yang berangkat. Siapa? Enggak ada yang berangkat. Saya jamin saya mewakili Rais Am, (orang) NU enggak ada yang berangkat," kata Gus Ali usai menghadiri acara Buka Puasa Bersama Kapolda Jatim dan Forkopimda Jatim di Mapolda Jatim, Jum'at (17/5).
Gus Ali mengimbau jika ada pihak yang tidak sepakat dengan hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebaiknya hal itu diselesaikan dengan jalur hukum, bukan dengan aksi massa yang inkonstitusional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:MUI: Gerakan "People Power" Haram |
"Kalau tidak ada kepuasan, tempuh prosedur yang ada. Dan tidak ada orang NU yang berangkat (ke Jakarta)," kata Gus Ali.
"Republik ini butuh damai, bukan butuh onar," ujar Gus Ali.
Maka itu, ia pun meminta agar semua pihak bisa menahan diri, dan seharusnya menyebarkan kedamaian serta tidak menebar perselisihan di tengah-tengah masyarakat.
"Sebarkan salam, cinta kasih dan damai. Barang siapa yang mau menjadi orang besar, harus berpikir besar dan berjiwa besar," pungkas Gus Ali.
Sepuluh ribu orang tersebut tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) se-Jawa Timur. Jumlah itu pun, kata Gus Aam, dimungkinkan akan terus bertambah menjelang 22 Mei.
"Sekitar 10 ribu (massa) yang masuk ke saya. Tapi bukan saya saja. Kan banyak. Dari kiai mungkin ada, yang lain-lain ada," kata Gus Aam, disela aksi FUI di Bawaslu Jatim, Surabaya, Jumat (17/5). (frd/fea)