PWNU Imbau Nahdliyin Jatim Tak Berangkat ke Jakarta 22 Mei

frd, CNN Indonesia | Sabtu, 18/05/2019 01:24 WIB
PWNU Imbau Nahdliyin Jatim Tak Berangkat ke Jakarta 22 Mei Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Damar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), KH Agus Ali Masyhuri atau Gus Ali, menegaskan, tak akan ada warga NU Jatim yang bertolak ke Jakarta, jelang 22 Mei 2019.

"Enggak ada orang NU yang berangkat. Siapa? Enggak ada yang berangkat. Saya jamin saya mewakili Rais Am, (orang) NU enggak ada yang berangkat," kata Gus Ali usai menghadiri acara Buka Puasa Bersama Kapolda Jatim dan Forkopimda Jatim di Mapolda Jatim, Jum'at (17/5).

Gus Ali mengimbau jika ada pihak yang tidak sepakat dengan hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebaiknya hal itu diselesaikan dengan jalur hukum, bukan dengan aksi massa yang inkonstitusional.


Menurutnya aksi turun ke jalan adalah sebuah bentuk emosi dan kekerasan yang malah bisa menambah permasalahan baru di negeri ini, kedepannya.

"Kalau tidak ada kepuasan, tempuh prosedur yang ada. Dan tidak ada orang NU yang berangkat (ke Jakarta)," kata Gus Ali.

Kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat, Sidoarjo, ini menilai, apa yang dibutuhkan Indonesia ke depan adalah kedamaian dan persatuan, bukan keonaran.

"Republik ini butuh damai, bukan butuh onar," ujar Gus Ali.

Maka itu, ia pun meminta agar semua pihak bisa menahan diri, dan seharusnya menyebarkan kedamaian serta tidak menebar perselisihan di tengah-tengah masyarakat.

"Sebarkan salam, cinta kasih dan damai. Barang siapa yang mau menjadi orang besar, harus berpikir besar dan berjiwa besar," pungkas Gus Ali.

Di sisi lain, cucu salah satu pendiri NU KH Wahab Hasbullah, KH Solachul Aam Wahib Wahab atau Gus Aam, mengklaim ada sepuluh ribu umat Islam Jawa Timur yang siap bertolak ke Jakarta 22 Mei nanti.

Sepuluh ribu orang tersebut tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) se-Jawa Timur. Jumlah itu pun, kata Gus Aam, dimungkinkan akan terus bertambah menjelang 22 Mei.

"Sekitar 10 ribu (massa) yang masuk ke saya. Tapi bukan saya saja. Kan banyak. Dari kiai mungkin ada, yang lain-lain ada," kata Gus Aam, disela aksi FUI di Bawaslu Jatim, Surabaya, Jumat (17/5). (frd/fea)