NasDem Soal Davin Kirana: Tuduhan Curang Wujud Tak Siap Kalah

CNN Indonesia | Sabtu, 18/05/2019 01:54 WIB
NasDem Soal Davin Kirana: Tuduhan Curang Wujud Tak Siap Kalah Caleg NasDem, Davin Kirana. (Foto: Screenshot via Instagram/@davinkirana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate menyatakan caleg partainya, yakni Davin Kirana, tidak mungkin berlaku curang dalam pemungutan suara di Malaysia. Menurut dia, pihak yang menuduh ada kecurangan justru menunjukkan sikap tak siap kalah.

Sebelumnya Demokrat menduga caleg nomor urut 2 NasDem Davin Kirana melakukan penggelembungan suara di Malaysia dalam pemungutan suara sistem pos.

"Tuduhan penggelembungan suara PSU via pos tersebut sangat berlebihan dan wujud dari tidak siap kalah. Bersiaplah jadi politisi yang dewasa secara politik," tutur Johnny melalui pesan singkat, Jumat (17/5).


Johnny menegaskan pemungutan suara di Malaysia sudah diawasi secara ketat. Baik oleh penyelenggara, peserta pemilu, serta masyarakat.

Oleh karena itu, Johnny menganggap caleg yang menang dengan perolehan suara signifikan merupakan hasil dari kerja keras selama kampanye dan bentuk kepercayaan yang diberikan masyarakat, bukan hasil kecurangan.

Johnny kemudian menyindir caleg-caleg yang curiga dengan perolehan suara Davin Kirana di Malaysia. Dia mengatakan sebaiknya partai politik dan caleg siap kalah secara terhormat.

Apabila menduga ada kecurangan, dikatakan sebaiknya membawa ke ranah hukum sesuai dengan UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

"Tidak siap kalah sudah mewabah dan menjangkiti banyak peserta pemilu, khususnya caleg yang suaranya belum berhasil menghasilkan kursi parlemen. Biasalah jika merasa kalah maka mulai mencari banyak alasan dan kambing hitam," ucap Johnny.

Johnny kemudian mengatakan partainya bakal menerima hasil penghitungan suara di Malaysia yang dilaksanakan PPLN Kuala Lumpur.

"Dan bila ada bukti kecurangan yang otentik kami juga kan tempuh sesuai jalur penyelesaian sengketa di MK," kata Johnny.

Sebelumnya, Ketua Daerah Pemilihan Luar Negeri (DPLN) Partai Demokrat Lukmanul Hakim mengatakan mayoritas partai politik menduga ada indikasi penggelembungan suara di Malaysia yang bermuara ke caleg NasDem nomor urut 2 Davin Kirana. Hal itu terutama di segmen pemilihan via pos.

Dia curiga penggelembungan suara dilakukan secara masif.

"Sudah jelas indikasi penggelembungannya," ucap Lukmanul Hakim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (16/5).

Lukmanul mengatakan surat suara yang diterima PPLN via pos untuk dihitung hingga Rabu sebanyak 22.807. Namun, suara dominan bermuara ke caleg NasDem nomor urut 2 Davin Kirana.

"Perhitungan pertama PSU pos ini terdiri dari 38 meja perhitungan pos. Hampir semua Memilih Caleg NasDem nomor urut 2," ucap Lukmanul. (bmw/fea)