PVMBG Petakan Titik Rawan Longsor di Jalur Mudik Lebaran

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 03:30 WIB
PVMBG Petakan Titik Rawan Longsor di Jalur Mudik Lebaran Kepala PVMBG Kasbani meminta longsor tetap diwaspadi di beberapa titik jalur mudik. (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)
Bandung, CNN Indonesia -- Potensi longsor saat mudik di sejumlah titik rawan tetap harus diwaspadai meski intensitas hujan sudah mulai menurun. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi mencatat ada beberapa jalur mudik yang masuk kawasan rawan longsor.

"Longsor itu kan pemicunya adalah hujan. Pada bulan Juni nanti mulai intensitasnya memang menurun karena akan memasuki musim kemarau. Tapi tetap harus waspada," kata Kepala PVMBG Kasbani di Bandung, Jawa Barat Senin (20/5).

Titik-titik yang perlu diwaspadai yakni jalur lintas selatan Jawa dan juga jalur tengah antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.


Sedangkan di luar Jawa adalah jalur di antara Padang dan Bukittinggi.

"Untuk prakiraan jalur longsor, kami sudah petakan dalam waktu bulan Mei dan sudah kami terbitkan kepada pemerintah daerah terkait. Nanti pada bulan Juni juga akan kami siapkan untuk antisipasi daerah mana saja yang rawan longsor," ujarnya.

Peta kawasan rawan longsor dan bencana geologi lainnya sebagai acuan pemerintah daerah dalam mengantisipasi jalur mudik.

"Juga jalur-jalur jalan yang mungkin banyak pemudik itu kami siapkan petanya. Jalurnya sendiri hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Nanti dirangkum dalam peta daerah mana yang berpotensi dan kami sampaikan di website PVMBG," jelas Kasbani.

Tambah Pengawas Gunung Api

Selain memetakan titik longsor, Kasbani mengatakan, pihaknya juga meningkatkan pengawasan dan penjagaan gunung-gunung berapi di Indonesia jelang lebaran. Jumlah tenaga pengawas di beberapa gunung yang berpotensi mengalami erupsi selama periode Lebaran 2019 akan ditambahkan.

"Kami tambahkan tim ke beberapa titik. Jumlahnya tergantung dari kebutuhan, ada yang berjumlah dua orang bahkan sampai empat orang," kata Kasbani.

Dia mengungkapkan, di beberapa gunung tertentu pengawasan dilakukan sangat intensif sebab memiliki potensi aktivitas berapi.

"Untuk Gunung Sinabung ada empat ahli, di Gunung Agung juga ada empat yang kita kirim dari Bandung. Petugas tambahan itu tidak termasuk pengamat yang sudah ada di pos pengamatan," ujarnya.

Berdasarkan data yang dimiliki PVMBG, terdapat berbagai bencana geologi yang terjadi di Indonesia. Sebanyak 127 gunung api aktif 69 di antaranya dipantau secara menerus oleh PVMBG karena dikategorikan ke dalam gunung api yang sangat aktif dan berisiko tinggi.

Selain menambah personel, Kasbani menyebutkan, antisipasi pengawasan kebencanaan jelang Lebaran juga dengan pemasangan sejumlah alat baru.

Teranyar, pihaknya melengkapi alat perekam aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, yang sebelumnya rusak akibat erupsi dan vandalisme.

"Sejauh ini ada beberapa peralatan yang ditambahkan. Krakatau itu penambahan alat seismik," kata Kasbani. (hyg/sur)