Pada pemilu pascareformasi, PKS menunjukkan grafik raihan suara yang cenderung naik. Pada Pemilu 1999, saat masih bernama Partai Keadilan (PK), parpol ini meraih 1,36 persen suara nasional dan 7 kursi di DPR.
Setelah berganti nama menjadi PKS dan ikut Pemilu 2004, partai kader ini mendapat 7,34 persen suara dan mendapat 45 kursi di DPR. Pemilu 2009, PKS meraih 7,88 persen suara dan 57 kursi DPR. Sementara pada Pileg 2014, PKS mengalami penurunan suara dengan raihan 6,79 persen dan 40 kursi di DPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera menyebut kenaikan perolehan suara ini tidak terlepas dari konsistensi partai mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Walhasil, pihaknya mendapat berkah elektoral.
Selain itu, imbuhnya, program-program PKS, seperti janji Surat Izin Mengemudi (SIM) seumur hidup dan penggratisan pajak sepeda motor, diklaim memicu dukungan dari masyarakat luas. Selain itu, kata Mardani, militansi kader PKS dan dukungan para ulama juga sangat berperan dalam membantu PKS lolos ambang batas parlemen.
Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin mengatakan PKS bermain cantik dengan mengandalkan strategi kampanye yang menarik. Hal itu, kata dia, meminimalisasi efek perpecahan internal.
Diketahui, sejumlah elite PKS membangun ormas GARBI (Gerakan Arah Baru Indonesia), yakni Anies Matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz Siddiq. Hal itu terjadi setelah PKS dipimpin oleh Sohibul Iman.
Antrean pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat. PKS hendak menggratiskan pajak tersebut. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Dia juga menyatakan PKS masih solid meski ada serangan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut dia, benturan yang dihadirkan PSI perihal kontra narasi ideologi tidak berpengaruh dalam perolehan suara. Pasalnya, partai besutan Grace Natalie itu belum memiliki pengalaman dan bukti kinerja nyata baik dalam legislatif maupun eksekutif.
"Serangan enggak berpengaruh, karena PSI partai kecil dan masih baru, belum ada bukti kinerja mereka di eksekutif dan legislatif," sambungnya.
"Di kehidupan kita, semakin diserang semakin dicari. Ada rasa keingintahuan yang nantinya menyasar pada program PKS. Dengan begitu, jadi banyak yang tahu soal seluk-beluk PKS, termasuk program SIM dan STNK gratis seumur hidup itu," tukas dia.
Sebelumnya, PSI melontarkan sejumlah isu yang kerap berseberangan dengan PKS di era kampanye Pemilu 2019. Misalnya, pelarangan poligami dan anti-perda syariah.
Ketua Umum PSI Grace Natalie melontarkan isu yang cenderung menyerang PKS, di antaranya antipoligami dan anti-perda syariah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Sikap politik PKS cukup mengeras, berkah elektoralnya di situ. PKS punya 'jenis kelamin' yang jelas sebagai oposisi. Kalau PAN kan biar oposisi dia ada menterinya di dalam Pemerintahan Jokowi, ini oposisinya setengah hati. Orang melihatnya masih terbelah. Begitu juga dengan Demokrat, jalan tengah yang ditempuh enggak jelas," tutur Adi.
Tak ketinggalan, dia menambahkan, PKS memiliki sistem kaderisasi yang kuat. Perpecahan internal dan serangan dari berbagai pihak, termasuk PSI, pun jadi tidak banyak berpengaruh.
Senada dengan Ujang, Adi menyebut strategi kampanye yang dilakukan oleh PKS, seperti SIM seumur hidup dan pajak motor gratis, kendati belum tentu terealisasi, banyak menjadi 'trending' di masyarakat.
CNNIndonesia.com sudah berusaha menghubungi Fahri Hamzah dan Mahfudz Siddiq selaku penggagas GARBI untuk meminta tanggapannya terkait perolehan suara PKS dalam pemilu tahun ini. Namun, keduanya tidak merespons.
[Gambas:Video CNN] (ryn/arh)
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (
Antrean pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat. PKS hendak menggratiskan pajak tersebut. (
Ketua Umum PSI Grace Natalie melontarkan isu yang cenderung menyerang PKS, di antaranya antipoligami dan anti-perda syariah. (