108 Purnawirawan Ikut Aksi 22 Mei, Bantah Diperintah Prabowo

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 21:31 WIB
108 Purnawirawan Ikut Aksi 22 Mei, Bantah Diperintah Prabowo Kantor KPU menjadi salah satu 'sasaran' Aksi 22 Mei saat pengumuman Rekapitulasi Hasil Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 108 jenderal purnawirawan TNI dan Polri yang tergabung dalam Front Kedaulatan Bangsa akan turun ke jalan ikut Aksi 22 Mei bertepatan dengan hari pengumuman rekapitulasi Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka membantah pihaknya turun ke jalan karena diperintah Prabowo Subianto.

"Tidak ada dipimpin Pak Prabowo. Jadi perjuangan tersebut adalah perjuangan yang lahir dari nurani rakyat sendiri, karena dia (Prabowo) telah diserang, karena dia telah disengsarakan," kata Ketua Front Kedaulatan Bangsa, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto saat menggelar konferensi pers di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Senin (20/5).

Para pensiunan jenderal TNI/Polri ini menyebut aksi mereka dilakukan untuk memerangi kecurangan yang telah terjadi dalam Pemilu 2019 khususnya dalam pilpres.


Tyasno menyebut turunnya para purnawirawan ini untuk membantu mengamankan masyarakat dalam kegiatan Gerakan Kedaulatan Rakyat pada 22 Mei lusa.

"Membantu rakyat yang berjuang untuk kepentingan menegakkan kedaulatannya," kata Tyasno.

Lebih lanjut Tyasno mengatakan, 108 Purnawirawan TNI/Polri ini akan ikut terjun ke jalan dan telah menyatakan untuk melawan penguasa yang dianggapnya sudah mencederai demokrasi dalam Pemilu 2019. Mereka kata Tyasno, terjun ke jalan atas keinginan bersama karena mengaku prihatin dengan kondisi perpolitikan Indonesia saat ini.



[Gambas:Video CNN] (tst/osc)