KPU Bantah Prabowo Soal Tudingan Rekapitulasi Senyap

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 14:47 WIB
KPU Bantah Prabowo Soal Tudingan Rekapitulasi Senyap Komisioner Komisi Pemilihan Umum Ilham Saputra. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah pernyataan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal tudingan penghitungan dan pengumuman rekapitulasi Pilpres 2019 yang dilakukan senyap-senyap.

Pelaksanaan pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019 dilakukan KPU pada Selasa (21/5) dini hari WIB.

Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan mengenai waktu pengumuman hasil rekapitulasi itu tidak yang janggal. Pasalnya, kata Ilham, itu sudah dengan ketentuan Undang-undang.


"Tidak ada yang janggal. Ketentuan UU paling lambat 35 Hari. Jatuhnya tanggal 22 Mei. Tapi karena rekap Provinsi Dan luar negeri sudah selesai, maka Kami tuntaskan malam tadi," kata Ilham saat dihubungi wartawan, Selasa (21/5).


Ia juga memastikan rekapitulasi itu dihadiri para saksi dari peserta Pemilu 2019. Bahkan, kata dia saksi dari Gerindra dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno turut hadir di rekapitulasi.

"Dihadiri oleh para saksi dari pasangan capres maupun partai. Gitu ya. Bahkan, saksi Gerindra Dan BPN 02 mengikuti sampai akhir rekap," katanya.

Sebelumnya, Prabowo menegaskan pihaknya menolak seluruh keputusan yang disampaikan KPU terkait hasil pemilu presiden 2019.

Prabowo yang didampingi cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno itu menganggap pengumuman rekapitulasi nasional pilpres tu dilaksanakan pada waktu yang janggal dan di luar kebiasaan.

"Kami pihak paslon 02 menolak semua hasil perhitungan suara pilpres yang diumumkan KPU pada 21 Mei dini hari tadi," tegas Prabowo.

Dari pengumuman rekapitulasi nasional Pilpres 2019, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh 85.607.362 suara sah atau setara dengan 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 sebanyak 154.257.601 suara. Mereka unggul dari Prabowo-Sandiaga yang hanya mendapat 68.650.239 suara sah, atau setara dengan 44,50 persen dari total suara sah.

(sah/kid)