Jokowi Akui Berinisiatif Temui Prabowo, tapi Belum Berbalas

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 18:04 WIB
Jokowi Akui Berinisiatif Temui Prabowo, tapi Belum Berbalas Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pernyataan resmi terkait situasi di Jakarta pascapengumuman hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019 oleh KPU, Istana Merdeka, Jakarta, 2 Mei 2019. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demi mendinginkan suasana pascapilpres 2019, capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah berinisatif ingin bertemu capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sejak setelah hari pencoblosan 17 April 2019 silam. Namun, kata Jokowi, hingga kini niatnya tersebut belum mendapatkan tanggapan positif dari kubu rival politiknya tersebut.

"Kan sudah saya sampaikan, saya sudah berinisiatif sejak awal setelah pencoblosan. Sudah mengutus [perwakilan], tapi memang kelihatannya belum ketemu," ujar Jokowi usai jumpa pers sebagai Presiden RI menyikapi situasi di Jakarta pascakerusuhan di depan Bawaslu RI, Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).


Kerusuhan di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat terjadi pada Selasa (21/5 malam) dan berlangsung semalaman hingga siang ini. Kerusuhan yang semula terjadi di Jalan MH Thamrin itu merembet ke arah kawasan Tanah Abang dan Petamburan karena polisi berupaya mengamankan dan membubarkan massa.


Kerusuhan 21-22 Mei ini terjadi terkait hasil rekapitulasi suara nasional Pemilu 2019 yang telah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam pengumuman yang disampaikan pada Senin (21/5) dini hari WIB, KPU mengumumkan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Ma'ruf memperoleh 85.036.828 juta suara atau 55,41 persen suara sah. Prabowo-Sandi mendapatkan 68.442.493 juta suara atau 44,59 persen dari total 153.479.321 suara sah.


Sebelumnya, pada 18 April lalu, dalam jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jokowi mengaku telah mengutus seseorang untuk bertemu rival politiknya, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Jokowi menyatakan ingin menjalin komunikasi dengan Prabowo dan Sandiaga Uno usai Pemilu 2019. Namun, Jokowi belum mengetahui kapan pertemuan akan dilaksanakan.

"Kalau bisa bertemu, sehingga rakyat melihat bahwa pemilu kemarin sudah selesai dengan lancar aman damai dan tidak ada sesuatu apapun," ujar Jokowi yang melakukan pertemuan dengan para ketum parpol pendukungnya di Resto Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4).

Jokowi menyatakan persahabatan dan tali silaturahmi bersama Ma'ruf Amin dengan Prabowo dan Sandi tak akan pernah putus.

"Sudah sering saya sampaikan bahwa persahabatan dan tali silaturahmi kami semuanya, saya dan juga Pak Kiai Haji Ma'ruf Amin tidak akan putus dengan Pak Prabowo maupun Pak Sandi," tuturnya.

Jokowi Berinisiatif Temui Prabowo, tapi Belum BerbalasCapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara pertemuan seluruh ketua umum dan sekretaris jenderal partai pendukung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sore ini di Restoran Pelataran, Menteng, Jakarta Pusat, 18 April 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Sementara itu, terkini, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut tak ada sama sekali niat dari Prabowo untuk menemui Jokowi

"Sementara ini sama sekali belum ada rencana," kata Dahnil di kediaman Prabowo Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/5).

Namun, sambungnya, andai Jokowi ingin bertemu dengan Prabowo maka hanya perwakilan dari BPN saja yang akan menerimanya. Dahnil mengatakan bisa saja untuk pertemuan itu BPN akan mengirim wakil saja yakni Juru Bicara Andre Rosiade atau Kepala Media Center Prabowo-Sandi Ariseno Ridwan. 

"Nanti kalau Jokowi mau ketemu nanti diwakili Mas Andre atau Mas Ari (Arieseno Ridwan)," kata Dahnil.

Prabowo sendiri telah memastikan menolak semua hasil rekapitulasi pilpres oleh KPU yang dia sebut dilakukan dalam keadaan senyap karena diumumkan pada dini hari waktu di mana masyarakat sedang beristirahat dan tidur. 

Pihaknya juga mengaku akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena dianggap hasil rekapitulasi KPU ini sarat dengan kecurangan.

(fra/kid)