Jubir BPN dan TKN Unggah Video 'Serah-Terima' Ferdinand

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 15:32 WIB
Jubir BPN dan TKN Unggah Video 'Serah-Terima' Ferdinand Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, dan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, sama-sama mengunggah sebuah rekaman video serah terima Ferdinand Hutahaean di akun media sosial masing-masing semalam.

Dalam video yang juga di-retweet Ferdinand itu memperlihatkan momen serah terima dirinya yang dari Juru Bicara BPN ke TKN Jokowi-Ma'ruf. Ferdinand, yang merupakan kader Demokrat, sebelumnya dikenal sebagai Kadiv advokasi BPN. Namun, pada 19 Mei lalu, ia menyatakan atas nama pribadi telah berhenti mendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019.


'Candaan jangan dibawa serius,' demikian kicauan Ferdinand di akun Twitter-nya meretweet unggahan video dari akun Twitter milik Andre, Kamis (23/5).


Saat dikonfirmasi kembali, Ferdinand menegaskan video yang dibuat itu sebetulnya hanya lelucon semata, 'sebuah candaan'.

"Itu video cuma canda-candaan saja selepas acara Mata Najwa tadi malam. Saya pribadi harus menunggu sikap partai baru kemudian mengambil sikap," kata Ferdinand saat dihubungi.


Dikonfirmasi terpisah, Andre mengatakan video tersebut sepenuhnya memang aksi lelucon serah terima. Video itu, kata Andre, merupakan lambang pindahnya Demokrat dari gerbong Prabowo-Sandi.

"Dia (Ferdinand) sudah cerita, kita pindah. Ya sudah, kalau pindah kita serah terimain saja. Ayo kita bikin videonya ya, lucu-lucuan saja," kata Andre di Jakarta hari ini.

"Ya simbol bahwa Demokrat akan berpindah ke TKN," sambung Andre.


Sementara itu Ferdinand menegaskan terkait berpindahnya Partai Demokrat dari Koalisi Adil dan Makmur tak bisa dicerminkan keputusan dirinya, melainkan harus menunggu sikap partai.

Meski begitu, Ferdinand tak menyangkal soal peluang Partai Demokrat ada di gerbong koalisi Jokowi kelak.

"Kalau partai Demokrat nanti kemudian berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi, tentu saya ikut kebijakan partai namun tidak akan menjadikan saya membebek begitu saja," kata dia.

"Saya tetap akan di jalur kritis mengawal negara ini karena loyalitas saya hanya kepada negara dan bangsa," kata Ferdinand.


Selain Andre, Karding, dan Ferdinand, di dalam rekaman video tersebut pun tampak Ketua DPP Golkar Meutya Hafid dan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Berikut petikan dialog dalam rekaman video 'serah terima' Ferdinand tersebut.

'Saya Andre Rosiade sebagai tim BPN Pak Prabowo Sandi menyerahkan dan menserahterimakan bang Ferdinand Hutahaean ke Bang Karding disaksikan oleh Mas Yunarto dan Mbak Meutya,' ujar Andre sambil memegang lengan Ferdinand disambut tawa mereka yang terlihat berada di ruangan tersebut.

'Saya terima Bang Ferdinand dengan tangan terbuka hati yang ikhlas untuk kita bisa membangun ke depan,' jawab Karding seraya menjabat tangan Andre.

Lalu, tampak Ferdinand ikut menggenggam jabatan tangan Andre dan Karding.

'Sah ini, serah terima sudah,' kata Andre sambil tertawa dan juga yang lain tertawa termasuk Ferdinand dan Karding.

Lalu terdengar suara sosok yang tak tampak di video tersebut, 'Dari Jokowi ke Jokowi...jadi cuma mampir.'

Mendengar celetukan itu, semua tertawa, termasuk Ferdinand yang tak dapat menahan tawa lebarnya sambil membalik badan.


Saat mengunggah rekaman video tersebut semalam,Karding menambahkan tulisan kicauan, 'Kapan bro @andre_rosiade gabung juga hehehehe? #bersatuusaipemilu #PrayForIndonesiaDemocracy.'



Sementara itu, dalam unggahan Andre di akun Twitter-nya hari ini ditulis, 'Serah terima bang @Ferdinand_Haean ke bang @Kadir_Karding dari BPN pindah TKN. Terima kasih atas kebersamaan dalam 8 bulan terakhir.'

(tst/kid)