Siaga Mudik, Ribuan Dokter dan Perawat Disebar di Jabar

CNN Indonesia | Minggu, 26/05/2019 01:52 WIB
Siaga Mudik, Ribuan Dokter dan Perawat Disebar di Jabar Ilustrasi mudik. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Bandung, CNN Indonesia --
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menyiapkan ribuan petugas dan sarana kesehatan ke seluruh kabupaten/kota untuk memberikan pelayanan bagi warga yang melakukan mudik Lebaran 2019.

Staf Bidang Pelayanan Dinkes Jabar Rita Kartika, mengatakan bahwa jumlah petugas yang akan disebar pada Idulfitri kali ini tak akan jauh berbeda dengan tahun lalu.

"Berdasarkan data tahun 2018, ada 4.759 perawat, 1.123 dokter dan 2.554 supir dan tenaga kerja yang menopang tim kesehatan. Jadi untuk tahun ini jumlahnya tidak jauh berbeda bahkan tidak menutup kemungkinan ada penambahan," kata Rita, Jumat (24/5).


Tak hanya itu, Dinkes Jawa Barat juga akan menyiagakan ratusan pos kesehatan di beberapa titik.

"Masih berpegangan pada data 2018, ada 315 Poskes, 654 PKM, 705 ambulans dan 17 motor PSC," ujar Rita.

Menurut Rita, berdasarkan data Dinas Perhubungan Jawa Barat, jumlah pemudik yang melintasi wilayah Jabar tahun lalu berjumlah 2,5 juta. Tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan meningkat 10 persen.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya mengirimkan surat edaran kepada kepala dinas kesehatan di seluruh Jabar untuk mempersiapkan tim kesehatan di pusat layanan kesehatan mulai 29 Mei-13 Juni 2019.

Selain itu, Dinkes Jabar juga membuka kontak darurat 119 yang tersebar di Bekasi, Karawang, Bandung, dan Sumedang.

"Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, kita juga berkoordinasi dengan Polda dan Dishub untuk mengantiisipasi melakukan tes kesehatan pada pengemudi transportasi umum," ujarnya.

Polisi Kerahkan Tim Patroli Kesehatan

Sementara itu, Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Biddokes) Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Arios Bismark, mengatakan bahwa untuk memastikan kesehatan aparat kepolisian yang bertugas di sepanjang jalur mudik Lebaran, pihaknya akan melakukan patroli kesehatan.

"Patroli ini turut menyertakan dokter dan perawat yang akan mengelilingi pos-pos Lebaran. Ini dioptimalkan karena personel, obat-obatan, dan prasarana lainnya yang kurang. Kami optimalkan agar semua pos-pos bisa kami jangkau," kata Arios di RSHS Bandung, Jumat (24/5).

Selain kepolisian, kata dia, tim kesehatan Polri juga akan melayani pemudik dan masyarakat umum lainnya yang membutuhkan. Patroli kesehatan tersebut akan diberlakukan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

Kepolisian juga menyiagakan patroli kesehatan di sejumlah titik rawan, seperti Limbangan, Nagreg, ruas tol Cipali, dan Bogor-Ciawi-Sukabumi.

"Untuk di masing-masing daerah itu ada pos-pos kesehatan yang kita siagakan," ucap Arios.

[Gambas:Video CNN]
(hyg/has)