Polda Maluku Utara Bantah Anggotanya Terpapar Radikalisme

CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 19:40 WIB
Polda Maluku Utara Bantah Anggotanya Terpapar Radikalisme Polwan bernisial NOS (23) diamankan pihak kepolisian lantaran diduga mengikuti kelompok atau aliran radikal. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Maluku Utara, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah Maluku Utara membantah anggotanya terpapar paham radikalisme. Polda mengatakan oknum polwan yang diamankan Polda Jawa Timur pada Minggu (26/5), karena meninggalkan tugas. Polda Malut langsung mengirim personel untuk menjemput polwan tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Malut Kombes Anton Setiyawan yang merupakan atasan langsung polwan berinisial NOS alias Nesti itu menyatakan Bripda Nesti sampai sejauh ini belum bisa disebut terpengaruh paham radikalisme.

Menurut Anton, Nesti diamankan kepolisian Jatim atas permintaannya lantaran meninggalkan tugas alias desersi.


"Anggota saya bernama Bripda Nesti sampai sejauh ini belum bisa dikatakan masuk atau mengikuti paham radikalisme. Kebetulan yang bersangkutan pergi meninggalkan wilayah Maluku Utara tanpa izin saya yang dalam artian tidak ada surat izin (cuti)," tuturnya kepada awak media, Senin (27/5).


Anton menjelaskan penangkapan Nesti sesaat setelah mendarat di Bandara Juanda, Sidoarjo, tersebut merupakan permintaan Polda Malut. Anton telah berkoordinasi langsung dengan Diskrimum dan Kabid Humas Polda Jatim.

"Koordinasi untuk menangkap anggota saya yang akan mendarat ke Jatim. Jadi begitu, jangan belum apa-apa sudah dikatakan paham radikal," ujarnya.

Bripda Nesti diamankan kepolisian Jatim setelah mendarat di Bandara Juanda sekitar pukul 13 WIB, Minggu lalu. Ia datang dari Ternate menggunakan maskapai Lion Air. Dalam penerbangan tersebut, Bripda Nesti menggunakan identitas palsu atas nama Arfila M Said.

Kepolisian Jatim awalnya memberikan keterangan penangkapan tersebut terkait indikasi Bripda Nesti terpapar radikalisme. Namun belakangan pernyataan itu diralat dan Nesti dinyatakan diamankan lantaran meninggalkan tugas.

Kepolisian Maluku Utara sendiri sudah mengirim personel pada hari ini untuk menjemput Nesti.


[Gambas:Video CNN] (shr/pmg)