Komnas HAM Akan Gunakan Uji Balistik Usut Korban 22 Mei

CNN Indonesia | Selasa, 28/05/2019 05:05 WIB
Komnas HAM Akan Gunakan Uji Balistik Usut Korban 22 Mei Komisioner Komnas HAM Muhammad Choirul Anam. (CNN Indonesia/Rebeca Joy Limardjo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komnas HAM bidang Pengkajian dan Penelitian, Muhammad Choirul Anam mengatakan pihaknya akan menggunakan seluruh instrumen, termasuk yang digunakan polisi seperti uji balistik untuk mengusut pelanggaran HAM dalam peristiwa kerusuhan pada 21-22 Mei lalu.

Uji balistik merupakan langkah untuk mengetahui dampak dan sifat dari proyektil khususnya peluru, bom dan lain-lain.

"Jadi semua instrumen akan kami gunakan terutama ini juga misalkan karena kita juga punya berbagai pengalaman, instrumen untuk uji balistik," ujar Anam di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (27/5).


Anam menyebutkan instrumen lain yang kemungkinan digunakan. Salah satunya adalah instrumen terkait kesehatan seperti bagaimana para dokter menangani atau memberikan perawatan kepada korban kerusuhan.

Lebih lanjut terkait dengan huru hara, Anam menyebut pihaknya akan melihat dari sisi prosedur penggunaan senjata api dan pengendalian massa.

Kategori Aksi Damai

Selain itu Komnas HAM juga akan mengkaji aksi yang dikategorikan damai untuk kemudian memberikan penilaian terhadap aksi 22 Mei.

Menurut Anam hal ituperlu didalami untuk mengukur pelanggaran dari tindakan aparat keamanan terhadap massa.

"Karena dalam instrumen HAM, berkumpul, berpendapat, syaratnya cuma satu, harus dilakukan dengan cara damai," jelas Anam.

"Kalau tidak dikategorikan sebagai aksi yang damai, apa yang harus dilakukan oleh aparat? Apakah boleh dipukuli. Apakah kalau lagi negosiasi boleh melakukan macam-macam," tambahnya.

Meskipun begitu ia tetap menegaskan bahwa pihak aparat tetap tidak boleh menggunakan wewenangnya secara berlebihan. (ani/wis)