Laporan Kecurangan UNBK SMP Disebut Naik, Jatim Tertinggi

CNN Indonesia | Rabu, 29/05/2019 03:36 WIB
Laporan Kecurangan UNBK SMP Disebut Naik, Jatim Tertinggi Ilustrasi UNBK SMP. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut laporan tindak kecurangan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 jenjang SMP sederajat meningkat dari tahun sebelumnya. Kasus terbanyak ada di Jawa Timur.

Inspektorat Jenderal Kemendikbud Muchlis R Luddin mengatakan, berdasarkan data pelanggaran Kemendikbud, ada 86 kasus laporan kecurangan, dengan 55 kasus sudah terindentifikasi.

"Jumlah pelanggaran terbanyak ada di Jawa timur [dengan] 28 peserta," kata Muchlis di gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa (28/5).


Muchlis juga menjelaskan 55 kasus yang sudah terindentifikasi terdiri dari tiga siswa yang melanggar dua mata pelajaran sekaligus dan sisanya 52 siswa melanggar satu mata pelajaran.

"Tiga orang siswa yang sekaligus pelanggarannya di dalam dua mata pelajaran dan sisanya 52 siswa melanggar satu pelajaran," jelasnya.

Pengawas memantau peserta UNBK dari layar terkoneksi CCTV.Pengawas memantau peserta UNBK dari layar terkoneksi CCTV. (ANTARA FOTO/Ardiansyah)
Tindak kecurangan ini teridentifikasi berdasarkan jejak digital. Dari data yang didapat, persentase kecurangan berdasarkan mata pelajaran terbanyak yaitu terdapat pada pelajaran matematika, kemudian diikuti oleh Bahasa Indonesia.

Menariknya, kata Muchlis, kecurangan dalam pelajaran Bahasa Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan Bahasa Inggris.

"Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa ibu kita dikhawatirkan oleh anak-anak kita, menganggap susah. Sedangkan, bahasa Inggris kan sebenarnya ini bahasa asing. Menarik juga ini, bisa dijadikan perenungan," tuturnya.

Muchlis menjelaskan sanksi-sanksi yang akan diterima para pelanggar adaalah mendapatkan nilai nol bagi siswa, dan sanksi bebas tugas untuk pengawas.

"Bagi pengawas dibebaskan tugas dan dilarang untuk mengawasi dalam waktu tertentu," katanya.

Kemudian, Muchlis mengatakan ia sempat mendengar ada pengawas yang senang karena mendapatkan bebas tugas. Merespons hal tersebut, Muchlis menyatakan akan memberikan sanksi yang lebih tegas.

Kecurangan pada ujian Bahasa Indonesia disebut lebih tinggi dari Bahasa Inggris.Kecurangan pada ujian Bahasa Indonesia disebut lebih tinggi dari Bahasa Inggris. (CNN Indonesia TV)
Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Bambang Suryadi menambahkan pihaknya telah membuat kebijakan untuk memberi kesempatan mengikuti ujian ulangan.

"Ujian ulangan akan dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2019 sebelum penerimaan peserta didik baru, artinya setelah lebaran," ujarnya.

Bambang juga mengatakan sanksi lainnya yaitu nama siswa yang melakukan tindak kecurangan tidak akan dicantumkan dalam pengumuman kemarin Senin (27/5) dan Selasa (28/5).

"Maka siswa yang terbukti melakukan kecurangan tadi nilainya ditangguhkan atau tidak diumumkan sampai yang bersangkutan mengikuti ujian ulangan pada 12 Juni," katanya.

[Gambas:Video CNN] (sas/arh)