Lanjut ke Austria, Prabowo Disebut Punya Banyak Kolega Bisnis

CNN Indonesia | Rabu, 29/05/2019 15:43 WIB
Lanjut ke Austria, Prabowo Disebut Punya Banyak Kolega Bisnis Calon presiden Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto rencananya akan melanjutkan perjalanan ke Austria usai menyelesaikan urusannya di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Prabowo dan rombongannya bertolak menuju Dubai pada Selasa pagi (28/5). 

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Riza Patria membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kunjungan ke luar negeri merupakan hal yang biasa dilakukan oleh Prabowo untuk menemui sejumlah kerabat atau melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Ya begitu [ke Austria]. Beliau banyak temannya di seluruh dunia, dia bisnis ketemu koleganya suka seminar, diskusi, [dan] check up," kata Riza saat dihubungi, Rabu (29/5).


Namun dia mengaku tidak mengetahui apakah lawatan Prabowo ke Austria juga ditemani oleh empat warga negara asing yang saat ini menemani dalam lawatan ke Dubai.

Ia hanya berkata rangkaian kunjungan Prabowo ke luar negeri kali ini tidak berkaitan dengan politik sama sekali.

Menurutnya, kunjungan ke luar negeri merupakan rutinitas yang biasa dilakukan Prabowo sebelum Pilpres 2019 berlangsung kemarin.

"Waktu pilpres sibuk waktunya, banyak di Indonesia, waktu ke luar negeri kurang, padahal selama ini sering dalam sebulan ada saja. Sekarang sudah selesai, tinggal [proses] di Mahkamah Konstitusi dan sudah ada tim yang urus, jadi sekarang ada waktunya [ke luar negeri]," tuturnya.

Sebelumnya, Prabowo pergi menuju ke Dubai bersama empat warga negara asing pada Selasa pagi (28/5). Dua di antaranya adalah warga negara Rusia bernama Mikhail Davzdov dan Anzhelika Butaeva.

Pihak Ditjen Imigrasi Kemenkumham dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sudah membenarkan hal tersebut. Ahmad Riza Patria mengatakan orang-orang yang pergi bersama Prabowo adalah teman.

"Betul, ke Dubai tadi pagi. Naik private jet bersama teman-temannya," ucap Riza saat dihubungi wartawan, Selasa (28/5).

Mikhail dan Anzhelika sendiri bukan warga negara Rusia biasa. Mereka merupakan anggota Sekretariat Parlemen Rusia.

Keduanya pernah diundang Wakil Ketua DPR dari fraksi Gerindra Fadli Zon untuk menyaksikan pelaksanaan pemilu di Indonesia. Hal itu tercantum dalam artikel berjudul 'DPR Undang Parlemen Asing Saksikan Pemilu' yang dirilis oleh laman www.dpr.go.id pada 16 April lalu. (mts/wis)