Aksi Zero Gravity Kapten Vincent Raditya Berujung Kontroversi

CNN Indonesia | Rabu, 29/05/2019 16:17 WIB
Aksi Zero Gravity Kapten Vincent Raditya Berujung Kontroversi Ilustrasi pesawat jenis single engine. (Arpingstone/Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi zero gravity yang dilakukan oleh Kapten Vincent Raditya dalam tayangan YouTube-nya bersama pesulap Limbad berujung kontroversi. Vincent akhirnya menerima pembatalan lisensi penerbangan pesawat single engine. Namun, ia masih bisa menerbangkan pesawat jenis lain.

Dalam akun YouTube miliknya, Vincent menampilkan pesawat Cessna miliknya yang dia kemudikan bersama Limbad. Video berdurasi 11 menit 29 detik itu bertujuan untuk membuat Limbad buka suara. Pasalnya Limbad dikenal tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun di berbagai tayangan televisi.

Vincent menggunakan pesawat Cessna 172 registrasi PK-SUY. Pada menit kelima detik 17, terlihat Vincent menunjukkan kepada Limbad aksi zero gravity atau dikenal dengan G Force. Hal itu pun spontan membuat Limbad berteriak. Saat yang sama, Vincent tertawa. Aksi G Force yang dilakukan oleh Vincent tidak hanya sekali.


Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengatakan Vincent telah dipanggil karena aksi tersebut. Ditjen menyebut ada indikasi sejumlah pelanggaran yang telah dilakukan.

"Dari hasil rekaman terlihat Capt. Vincent ketika mengoperasikan pesawat terbang terdapat beberapa kesalahan yang dilakukan," tulis Ditjen Perhubungan udara melalui keterangan tertulisnya.

[Gambas:Youtube]
Kesalahan pertama ialah membawa penumpang duduk di samping Pilot, baik pilot maupun penumpang tidak menggunakan shoulder harness.

Kedua, Vincent memberikan kendali terbang kepada orang yang tidak berwenang. Ketiga, dia dinilai sengaja melakukan manuver zero gravity (G-Force) kepada penumpang umum, padahal Vincent bukanlah pemegang otorisasi Flight Instructor.

"Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti menjelaskan bahwa telah mengambil langkah terkait indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh Capt. Vincent Raditya," demikian keterangan Ditjen Perhubungan Udara.



Dihubungi CNNIndoinesia.com, Rabu (29/5), Polana menjelaskan bahwa izin terbang Vincent untuk pesawat single engine sudah dicabut. Namun, Vincent masih diperbolehkan menerbangkan pesawat jenis lainnya.

"Bukan dicabut [izin terbang], [tapi] dibatalkan aeroplane rating untuk single engine," ujarnya.

Polana mengatakan Vincent saat ini masih menjadi pilot di Batik Air.

"Masih (punya izin terbang). Yang bersangkutan masih punya rating lain dan masih menjadi pilot di Batik," tuturnya.

Melalui channel YouTube-nya, Vincent membenarkan bahwa izin terbangnya untuk pesawat jenis single engine sudah dicabut.

"Menerima atau tidak menerima, saya menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada," ucapnya.

Ilustrasi Batik Air.Ilustrasi Batik Air. ((Dok. Batik Air))
Vincent pun tak patah arang untuk terus membuat konten YouTube meski tanpa bisa menerbangkan pesawatnya yang dibeli dari hasil YouTube itu.

"Tidak perlu khawatir walau tanpa pesawat itu saya akan terus berjuang membuat konten buat kalian semua," tandasnya.

Vincent merupakan pilot yang juga YouTuber. Pengikut atau subscribers-nya mencapai 2,2 juta orang. Lantaran itulah ia mampu membeli pesawat jenis single engine-nya sendiri.

[Gambas:Video CNN] (gst/arh)