"Hari ini kami Pemuda Muhammadiyah dengan tema pemuda bergerak maju bersama memajukan bangsa membagikan takjil kepada TNI-Polri, termasuk masyarakat," ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto, di Kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu (29/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi masyarakat percaya mekanisme hukum adalah berlaku di Indonesia. Dan kita sama-sama bersaudara, tidak boleh ada yang tertinggal," ujarnya.
"Saya kita itu adalah landasan yang harus diberlakukan terus menerus di Indonesia," ujar Sunanto.
Lebih dari itu, ia mengecam perusuh yang ada dalam aksi damai di Bawaslu beberapa waktu lalu. Ia meminta kepolisian untuk melakukan tindakan tegas agar masyarakat tidak terpecah.
"Pemuda Muhammadiyah mengutuk keras bahwa ada penunggang gelap saya kita itu menodai umat yang menyampaikan aspirasinya," ujarnya.
Diketahui, kubu oposisi menuntut pertanggungjawaban pihak keamanan atas kematian delapan orang dalam aksi 22 Mei. Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar menyebut pihaknya tak merasa bertanggungjawab atas kerusuhan di Bawaslu. Dahnil diketahui merupakan eks Ketua Umum PP pemuda Muhammadiyah.
[Gambas:Video CNN] (jps/arh)