Sudah Lewat Puncak, Mudik Lewat Laut Landai di Hari H-2

CNN Indonesia | Senin, 03/06/2019 19:41 WIB
Sudah Lewat Puncak, Mudik Lewat Laut Landai di Hari H-2 Para penumpang Kapal Pelni Leuser asal Sampit, Kalimantan Tengah, tiba di Dermaga Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Harian Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran 2019 Sigit Irfansyah mengatakan puncak arus mudik melalui jalur laut telah usai. Hingga H-2 Idul Fitri tak terlihat penumpukan penumpang.

"Sudah lewat ya. Sampai pagi tadi landai. Hanya di Balikpapan saja cukup banyak," ucap Sigit di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (3/6).

Berdasarkan data hingga pukul 06.04 WIB, jumlah penumpang angkutan laut mencapai 64.354 orang. Angka ini menurun sekitar 18,95 persen jika dibandingkan tahun lalu mencapai 79.400 penumpang.


Sigit menyatakan tak ada lonjakan pada angkutan laut, salah satunya karena sudah dipersiapkan sejak H-15.


Tak hanya itu, kata Sigit, masyarakat juga mulai berani menyeberang pada siang hari. Hal itu karena ada jaminan keamanan dari pihak pelabuhan serta pemerintah sehingga tak perlu lagi menumpuk dan menyeberang pada malam hari khususnya di Pelabuhan Merak.

"Kan tradisional selalu malam, sampai di Bakauheni pagi dan mereka jalan pagi. Sekarang tidak lagi karena ada jaminan keamanan itu masyarakat percaya dan mereka jadi jalan siang. Tidak menumpuk di malam," tuturnya.

Jaminan itu muncul dari jalan Tol Trans Sumatra baik operasional maupun fungsional yang sudah bisa dipakai. Petugas keamanan pun disebut banyak berjaga di setiap pos termasuk dalam tol.


PT Angkutan Sungai Danau Penyebrangan (ASDP) Merak mencatat telah menyeberangkan 682.446 penumpang pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan pada H-7 atau 29 Mei 2019 hingga H-3 atau 2 Juni 2019.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Solikin mengatakan pemudik Lebaran 2019 memang meningkat dibandingkan tahun lalu. Namun, ada indikasi penumpang pengguna jasa penyeberangan meningkat akibat dampak kenaikan harga tiket pesawat.

"Juga beroperasinya jalan tol sepanjang 200 kilometer (Km) di Pulau Sumatera," ujarnya, mengutip Antara, Senin (3/6).

Dia mengatakan pemudik asal Sumatra yang ingin merayakan lebaran di kampung halaman lebih memilih angkutan penyeberangan, mengingat harganya lebih terjangkau.


[Gambas:Video CNN] (chr/pmg)