Mengutip Antara, Senin (3/6), pantauan di Bandara Adi Soemarmo, baik di terminal kedatangan penumpang maupun di terminal keberangkatan, tidak terlihat lonjakan penumpang.
"Untuk arus mudik saat ini, di Bandara Adi Soemarmo, jauh berbeda jika dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Airport Operation and Safety Senior Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Adi Soemarmo Iwan Novi Hantono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tahun lalu hampir semua maskapai penerbangan mengajukan 'extra flight' (penerbangan tambahan). Kalau Garuda Indonesia tidak mengajukan 'extra flight', tetapi mengganti tipe pesawatnya dari Boeing 737 seri 800 Engine diganti Airbus 330," katanya.
Pada H-4 lebaran 2019, jumlah penumpang datang sebanyak 3.981 orang. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang datang mencapai 6.298 orang.
Pada H-3 lebaran 2019, jumlah penumpang datang tercatat 3.711 penumpang. Sementara, pada periode yang sama tahun lalu, jumlahnya tembus 6.932 penumpang.
"Pada H-2 lebaran 2018 lalu, penumpang datang mencapai 7.511 orang. Tetapi, sampai siang hari, penumpang datang pada H-2 lebaran 2019 cuma 1.636 orang," jelasnya.
Sebelumnya, General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman mengatakan penurunan jumlah penumpang imbas dari harga tiket pesawat yang terlalu tinggi.
"Selain itu, banyak pemudik yang ingin lewat tol Trans Jawa. Akibatnya transportasi pesawat kurang diminati," tandasnya.
[Gambas:Video CNN] (antara/bir)