Rentetan Bom dan Aksi Terorisme Selama Ramadan di Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 04/06/2019 12:00 WIB
Rentetan Bom dan Aksi Terorisme Selama Ramadan di Indonesia Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi bom bunuh diri di Pospam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi teror dan ledakan bom mengusik keamanan di akhir Ramadan 2019. Sebuah bom meledak di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Senin (3/6) malam.

Terduga pelaku yang berusia 22 tahun kini berada di RS Bhayangkara Semarang untuk mendapatkan perawatan medis. Dia mengalami luka pada tangan dan kaki. Tak ada korban tewas dalam ledakan bom berdaya ledak rendah itu.

Ini bukan kali pertama Indonesia berhadapan dengan aksi terorisme di bulan Ramadan. CNNIndonesia.com merangkum peristiwa aksi terorisme yang mengusik Ramadan dalam 10 tahun terakhir, selain ledakan bom di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo.


Penembakan Pos Polisi Gemblegan 2012

Pos Pengamanan Gemblegan, Serengan, Surakarta diberondong tembakan oleh orang tak dikenal pada 17 Agustus 2012. Pelaku dilaporkan menggunakan sepeda motor dan menembak dari jarak sekitar satu meter. Dari peristiwa ini, dua anggota polisi mengalami luka-luka.

Sementara itu barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian berupa enam proyektil dan sembilan selongsong peluru merk Roger 9 milimeter.


Pelemparan granat di Gladak 2012

Sehari berikutnya, pada 18 Agustus 2012, sebuah granat meledak di depan Pos Pengamanan Gladak, tak jauh dari Tugu Gladak, Solo, Jawa Tengah. Ledakan granat tidak menimbulkan korban jiwa. Namun ledakan membuat kursi di Pospam rusak. Pelaku menggunakan sepeda motor secara berboncengan dan melemparkan granat.

2016, Bom bunuh diri di Mapolresta Solo

Pada momentum akhir Ramadan 2016, bom kembali menyerang Solo. Kali ini serangan bom bunuh diri terjadi di halaman Mapolresta Solo, Jawa Tengah, sekitar pukul 07.35 WIB, pada 5 Juli 2016. Pelaku meledakkan diri bersama motor yang dia kendarai.

Ada kecurigaan bom bunuh diri kala itu merupakan rangkaian bom yang menyerang di negara-negara lain. Sebelumnya, terjadi ledakan di Pasar Karada, Baghdad, Irak pada 3 Juli 2016. Ledakan menewaskan nyaris sebanyak 200 orang dan sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.

Kemudian menyusul bom bunuh diri di lapangan parkir RS Dr Suleiman Faqih, tak jauh dari kantor Konsulat Amerika Serikat, Arab Saudi pada 4 Juli 2016. Serangan kedua terjadi di kota Qatif yang menewaskan pelaku bom bunuh diri. Selain itu serangan bom juga terjadi di Madinah.


Bom Panci Kampung Melayu 2017

Pada 23 Mei 2017 atau tiga hari sebelum bulan Ramadan, sebuah bom panci meledak di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Menurut pihak kepolisian, panci diisi dengan paku dan gotri kemudian dimasukkan ke dalam ransel. Dari hasil olah TKP, dua pelaku yang membawa bom panci dalam ranselnya akhirnya tewas. Peristiwa ini menewaskan lima orang yang terdiri dari dua pelaku dan tiga anggota kepolisian.

Bom di Gereja Surabaya 2018

Rangkaian serangan bom bunuh diri meneror Surabaya pada 13 Mei 2018, beberapa hari sebelum Ramadan tahun itu. Sebanyak 13 orang tewas dan puluhan luka-luka setelah serangan bom bunuh diri di tiga gereja yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Ledakan bom terjadi saat jemaat sedang melaksanakan ibadah.

Rentetan Bom dan Aksi Terorisme Selama Ramadan di IndonesiaLedakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). (ANTARA FOTO/HO/HUMAS PEMKOT-Andy Pinaria)
Selang 14 jam, sebuah bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo. Korban tewas sebanyak tiga orang yakni Anton Febriyanto (47), seorang perempuan diduga istrinya, Puspitasari (47), serta seorang anak RAR (17). Polisi terpaksa menembak mati Anton karena saat sekarat dia masih menggenggam tombol picu bom.

Polisi yang menggeledah rumah Anton menemukan tiga buah bom aktif dan sejumlah bahan baku pembuatan bom. Ada dugaan kuat bahwa Anton punya keterkaitan dengan pelaku bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya.

Keesokan harinya, pada 14 Mei 2018, sebuah bom meledak di Mapolrestabes Surabaya. Saat beraksi, pelaku membawa serta keluarga yang terdiri dari istri dan tiga anak. Berdasarkan laporan kepolisian, pelaku bersama istri dan dua anak mereka tewas sedangkan satu anak selamat.

Serangan ke Mapolda Riau 2018

Kelompok terduga teroris menabrak anggota Provost Polda Riau pada 16 Mei 2018, sehari sebelum bulan Ramadan 2018. Pelaku menggunakan Toyota Avanza dan menerobos gerbang. Kejadian ini membuat satu orang anggota Provost terkapar dan dua orang wartawan terluka. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian menyebut pelaku penyerangan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau terkait dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).



(els/pmg)