"Saya telah menugaskan tim khusus untuk memastikan keselamatan pelayaran di Danau Toba," kata Budi melalui keterangan resmi, Kamis (6/6).
Pada musim libur seperti Idul Fitri dan hari besar lain, transportasi penyeberangan di Danau Toba selalu dipadati pemudik maupun wisatawan lokal, sehingga diperlukan pengawasan lebih ketat.
Insiden KM Sinar Bangun karam di Danau Toba menewaskan empat penumpang sementara 183 lain dinyatakan hilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat hari setelah Sinar Bangun hilang, KM Ramos Risma Marisi juga tenggelam di danau terbesar di Asia Tenggara itu.
Lihat juga:Kecelakaan Mudik, 97 Orang Meninggal Dunia |
Mengantisipasi agar insiden tak terulang, Menhub mengetatkan pengawasan seperti memastikan kesesuaian manifest penumpang, jumlah manifest tak melebihi kapasitas yang ditentukan, mengecek kelengkapan surat atau buku pelaut nakhoda dan awak kapal.
Selain itu, telah disiapkan pula Kapal Motor Penyeberangan (KMP) sebanyak lima unit. Kelima KMP itu, adalah KMP Tao Toba I dengan melayani rute Ajibata-Tomok, KMP Tao Toba II rute Ajibata-Tomok, KMP Ihan Batak rute Ajibata-Ambarita, KMP Sumut I rute Tigaras-Simanindo, dan KMP Sumut II dengan Rute Tigaras-Simando.