Moeldoko Apresiasi Prabowo Imbau Pendukung Tak ke MK

CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 20:36 WIB
Moeldoko Apresiasi Prabowo Imbau Pendukung Tak ke MK KSP Moeldoko. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengapresiasi calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengimbau para pendukungnya agar tidak perlu berbondong-bondong mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sidang PHPU Pilpres 2019.

Menurut Moeldoko, seruan Prabowo merupakan hal yang bijak karena sebelumnya mantan Komandan Jenderal Kopassus itu sudah memutuskan untuk menempuh jalur hukum di konstitusi dengan membawa sengketa Pilpres ke MK. Dengan begitu, memang seharusnya tidak perlu lagi ada aksi turun ke jalan dalam menyelesaikan sengketa ini.

"Saya pikir ini imbauan yang bagus. Jadi Pak Prabowo sudah mengatakan jalan konstitusi. Itu sudah jelas, jadi kenapa masih ada peristiwa di jalanan. Keputusan Pak Prabowo sangat bijaksana," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/6).


Bersamaan dengan seruan Prabowo tersebut, Moeldoko turut meminta agar masyarakat dan para pendukung Prabowo bisa melakukan imbauan serupa.

"Jadi jangan yang satu sisi masih ke MK, satu sisi lain masih saja di jalanan. Nah, tidak benar begitu," katanya.

Moeldoko yang juga bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengatakan timnya sudah siap secara substansial dalam menghadapi tahapan sidang di MK.

"Kami sudah menyiapkan. Kami monitor dari materi gugatan, itu bisa diatasi oleh tim hukum kami yang relatif sangat kredibel. Jadi tidak masalah," tuturnya.

Sebelumnya, Prabowo meminta para pendukungnya untuk tidak berbondong-bondong mendatangi MK saat sidang digelar nanti.

Prabowo meminta pendukungnya untuk percaya pada dirinya dan calon wakil gubernurnya, Sandiaga Uno dalam menghadapi sengketa Pilpres yang mulai disidangkan 14 Juni mendatang.

"Saya dan Sandiaga memohon agar pendukung kami untuk tidak berbondong-bondong hadir di MK pada hari-hari mendatang," kata Prabowo.

[Gambas:Video CNN] (uli/osc)