33 Pegawai Lapas Narkoba Langkat Dicopot Akibat Kerusuhan

CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 20:07 WIB
33 Pegawai Lapas Narkoba Langkat Dicopot Akibat Kerusuhan Sejumlah narapidana membersihkan bagian depan gedung Lapas Narkotika Kelas III Langkat yang rusak pascakerusuhan, di Langkat, Sumatera Utara, 17 Mei 2019. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Medan, CNN Indonesia -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sumatera Utara mencopot 33 pegawai yang berada di Lapas Narkoba Kelas III Kabupaten Langkat. Pencopotan itu adalah buntut dari kerusuhan yang terjadi pada 16 Mei lalu yang mengakibatkan hampir dua ratusan napi kabur.

"Dari 64 orang jumlah pegawai yang berada di Lapas tersebut, hanya 33 orang yang ditarik ke Kemenkumham Sumut. Para pengganti pegawai yang ditarik itu juga sudah bekerja," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut Dewa Putu Gede, Rabu (12/6).

Putu Gede menyebutkan pencopotan itu juga merupakan bagian dari instruksi Menkumham Yasonna Laoly saat meninjau lapas tersebut pascakerusuhan. Para pegawai yang dicopot itu, kata dia, kini sudah berada di Kanwil Kemenkumham Sumut untuk menerima pembinaan.


"Untuk SDM sudah dari hari kemarin dimulai, ada 33 Sumber daya manusia, pegawai sudah saya pindahkan ke Kanwil Kemenkuham. Saya berikan pemahaman lah, assesment," ungkap Putu Gede.


Dia pun berharap untuk pegawai baru yang ditempatkan di Lapas Narkoba Kelas III Kabupaten Langkat tidak melakukan pelanggaran seperti kejadian sebelumnya.

"Makanya sebelum ditempatkan di sana, para pegawai yang baru ini kita beri pemahaman. Kita tak ingin kejadian kerusuhan itu terulang kembali," ujar Putu Gede.

Sedangkan terkait napi yang kabur, Putu Gede menyebutkan masih ada 53 orang yang hingga kini buron. Untuk itu, mereka tetap berkoordinasi dengan polisi serta masyarakat guna menangkap para narapidana tersebut.

Kerusuhan di Lapas Narkotika Kelas III, Langkat, Sumut terjadi pada siang hari, 16 Mei 2019. Dalam kerusuhan tersebut, para napi mengamuk dan merusak kendaraan di lapas karena emosi melihat rekan mereka disiksa sipir.

Sejumlah mobil dan sepeda motor dibakar. Selain itu total ada 177 orang narapidana yang kabur dan sebagian besar berhasil ditangkap dan ada juga yang menyerahkan diri.

(fnr/kid)