Sidang Gus Nur di PN Surabaya, Banser dan FPI Saling Dorong

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 14:18 WIB
Sidang Gus Nur di PN Surabaya, Banser dan FPI Saling Dorong Sidang lanjutan kasus pencemaran lewat vlog berjudul 'Generasi Muda NU Penjilat', dengan terdakwa Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, sempat diwarnai kericuhan. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Sidang lanjutan kasus pencemaran lewat vlog berjudul 'Generasi Muda NU Penjilat', dengan terdakwa Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sempat diwarnai kericuhan.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, kericuhan yang terjadi di luar ruang sidang PN Surabaya itu melibatkan massa ormas Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Front Pembela Islam (FPI). Mereka diketahui memantau jalannya persidangan di ruang tunggu PN Surabaya.


Mulanya situasi itu terjadi bersamaan ketika kuasa hukum terdakwa, Ahmad Khozinudin, mencecar salah satu saksi, Ma'ruf Syah, dengan pertanyaan terkait kapasitas akun Generasi Muda NU di dalam ruang sidang. Merasa tak terima, massa di luar ruang pun mulai meracau teriakan.


Salah satu massa Banser, kemudian berteriak meminta terdakwa Sugi untuk keluar dari area persidangan. Teriakan tersebut berulang beberapa kali, bahkan hingga terdengar ke dalam ruang sidang.

"Sugi, keluar saja, tidak usah sidang!," teriak salah satu Banser menantang.

Di lain pihak, kelompok massa FPI pun menjadi 'panas' sehingga terjadi adu mulut dengan massa Banser. Dua pihak kemudian saling berteriak, lalu aksi dorong-dorongan pun tak terelakkan.

Tak lama, petugas kepolisian yang berjaga langsung melakukan pengamanan dan memisahkan kedua massa yang terlibat adu mulut dan saling dorong.

"Sudah jangan berteriak, ayo kamu (Banser) mundur. Kamu (FPI) juga sama mundur," kata salah satu petugas melerai.

Namun situasi tak jua dingin, massa yang terbilang banyak malah makin berteriak kalimat selawat dan takbir bersahutan. Aksi saling dorong pun terulang.


Beruntung, salah satu anggota Banser kemudian menenangkan massa agar tak terprovokasi. Ia meminta kelompoknya untuk diam dan saling menjaga kondusivitas jalannya sidang. Ia juga meminta para massa untuk mundur.

"Satu komando, Anak Muda NU dengarkan. Kita hormati pengadilan, hormati aparat hukum. Mulutnya ditutup selawatan di dalam hati," ucap salah satu anggota Banser tersebut mencoba mendinginkan suasana.

Untuk mencegah terjadinya kericuhan susulan, sejumlah aparat kepolisian pun berjaga di antara massa Banser dan FPI. Sementara itu, sidang Gus Nur dengan agenda pemeriksaan saksi masih terus berlangsung.

(frd/kid)


BACA JUGA