Kader Senior Demokrat Kritik Andi Arief karena Bikin Gaduh

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 16:47 WIB
Kader Senior Demokrat Kritik Andi Arief karena Bikin Gaduh Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah kader senior Partai Demokrat yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) mengkritik sikap Wasekjen Andi Arief, yang dianggap membuat gaduh dengan pernyataannya. Wasekjen Rachlan Nashidiq dan Ketua Bidang Hukum dan Advokasi, Ferdinand Hutahaean, juga turut menjadi sasaran kritik.

Kader senior yang tergabung dalam GMPP antara lain Max Sopacua, Ahmad Mubarok, Ahmad Yahya dan beberapa kader lainnya.
"Saudara Ferdinand Hutahaean, Rachlan Nashidik dan Andi Arief kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan marwah, karakter dan jati diri Partai Demokrat sehingga melahirkan inkonsistensi dan kegaduhan," tutur para kader senior melalui siaran pers yang dibacakan di bilangan Cikini, Jakarta, Kamis (13/6).

"Kepada yang bersangkutan diwajibkan menyampaikan permohonan maaf dan tidak mengulanginya lagi," ucap para kader senior.


Max Sopacua yang juga anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, mengatakan bahwa hal itu merupakan opini dari kader dan masyarakat yang berkembang selama dan sesudah Pilpres 2019. Menurut Max, pernyataan Andi, Ferdinand, dan Rachlan kerap membenturkan Demokrat dengan partai, tokoh, dan komunitas lain.
"Khususnya terhadap ulama dan umat yang berdampak adanya antipati dan kontraproduktif terhadap Partai Demokrat," kata Max.

Salah satu hal yang dikritisi Max adalah ketika salah seorang dari mereka meminta Prabowo Subianto lekas membubarkan koalisi Indonesia Adil Makmur. Menurut Max, hal itu tidak patut diucapkan.

Max menegaskan bahwa Demokrat akan tetap berada dalam koalisi 02 hingga sengketa di Mahkamah Konstitusi selesai. Apabila Demokrat ingin keluar, lanjutnya, maka harus melalui surat keputusan resmi dari internal partai. Menurut dia itu perlu karena mayoritas kader di daerah telah sepakat untuk bergabung bersama koalisi Prabowo-Sandi sebelum Pilpres 2019 berlangsung.

"Jadi tidak bisa itu keluar koalisi hanya dengan penyataan satu-dua orang. Mereka boleh bicara apa saja tapi jangan membawa-bawa Demokrat," ucap Max.

[Gambas:Video CNN]

Di tempat yang sama, salah satu pendiri Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan hal senada. Menurut dia, begitu banyak opini negatif di masyarakat terhadap Demokrat akibat sikap dan pernyataan Andi, Rachlan, serta Ferdinand.

"Kita lihat banyak sekali hal hal yang tidak cerdas muncul di permukaan maka kita koreksi. Partai ini partai terbuka. Milik siapa saja. Dengan tetap mengedepankan kesantunan," kata Mubarok. (bmw/ayp)