Usut Kecelakaan Tol Cipali, Korlantas Terjunkan Tim Analisis

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 00:18 WIB
Usut Kecelakaan Tol Cipali, Korlantas Terjunkan Tim Analisis Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan identifikasi bus Safari Lux Salatiga yang mengalami kecelakaan di tol Cipali. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri menerjunkan tim traffic accident analysis untuk mendalami penyebab kecelakaan beruntun yang terjadi di ruas tol Cipali, Senin (17/6) dini hari.

"Korlantas sudah menurunkan tim traffic accident analysis, mereka akan menganalisa secara komprehensif dengan pendekatan pembuktian secara ilmiah," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri.

Dedi menuturkan nantinya tim itu bakal menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut dari sudut pandang ilmiah, misalnya dengan menghitung titik tubruk, dan titik rem.
Selain menyelidiki penyebab kecelakaan dari sudut pandang ilmiah, dikatakan Dedi, pihak kepolisian juga akan terus menggali keterangan dari para saksi.


Keterangan saksi itu, lanjutnya, untuk melengkapi proses penyelidikan sehingga bisa diambil kesimpulan soal penyebab kecelakaan beruntun itu.

"Kalau sudah lengkap baru disimpulkan faktor penyebab kecelakaan, yang utama yang menyebabkan fatalitas terhadap sejumlah orang meninggal dunia itu apa," tutur Dedi.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan ada dugaan sopir diserang oleh seorang penumpang Bus Safari H 1469 CB yang menyebabkan kecelakaan.

Polisi saat ini masih memeriksa penumpang bernama Amsor itu.

"Kita akan dalami (motifnya) dan juga (akan memeriksa) kejiwaan Amsor," kata Rudy.
Selain itu, Rudy mengatakan pihaknya sudah memeriksa urine pelaku penyerangan terhadap sopir bus. Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan negatif, tidak mengkonsumsi barang yang terlarang.

Dalam kecelakaan yang terjadi pada Senin (17/6) sekitar jam 01.00 WIB dini hari itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun adalah Bus Safari Dharmaraya H-1469-CB, Mitsubishi Expander, Toyota Innova B-168-DIL, dan Mitsubishi Truk R-1436-ZA.

[Gambas:Video CNN] (dis/ugo)