BPN Klaim Ada Saksi Prabowo di Sidang MK yang Ketakutan

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 22:54 WIB
BPN Klaim Ada Saksi Prabowo di Sidang MK yang Ketakutan Koordinator juru bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan ada saksi untuk pasangan capres nomor urut 02  yang dihadirkan di Mahkamah Konstitusi, merasa ketakutan.

Tim hukum Prabowo-Sandiaga menghadirkan 14 saksi dan 2 ahli dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di MK. Namun Dahnil tak mengungkapkan identitas saksi yang ketakutan itu.

"Yang jelas ada yang merasa ketakutan," kata Dahnil di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (27/6).


Dahnil juga tidak merinci penyebab saksi tersebut merasa takut. Dahnil juga enggan menyebut ketakutan yang dialami saksi disebabkan oleh ancaman. Tetapi Dahnil menegaskan BPN akan terus mendampingi yang bersangkutan.

"Saya belum berani sebut ancaman supaya tidak disebut lakukan drama," tutur Dahnil.

Dahnil berharap pertarungan sengketa Pilpres 2019 cukup di meja persidangan. Dia tidak ingin ada perseteruan yang sama sekali tidak substansial.

Menurut Dahnil, pertarungan di luar meja persidangan, seperti mengancam melaporkan saksi ke kepolisian, sama saja tidak bernilai.

"Marilah kita bertarung soal substantial justice," ucap Dahnil.

Tim hukum Prabowo-Sandi sejak awal memang telah menyoroti keamanan saksi-saksi mereka. Sebelum sidang sengketa Pilpres 2019 digelar, kubu Prabowo-Sandi bahkan telah berkonsultasi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Mereka berharap para saksi dilindungi LPSK agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kubu Prabowo-Sandi juga meminta MK mengeluarkan keputusan untuk meminta LPSK agar memberikan perlindungan kepada saksi-saksi. Permintaan itu disampaikan dalam sidang perdana sengketa Pilpres di MK pada 14 Juni.

[Gambas:Video CNN] (bmw/wis)