Hepatitis A Menjangkiti Ratusan Warga Trenggalek

CNN Indonesia | Rabu, 03/07/2019 18:54 WIB
Hepatitis A Menjangkiti Ratusan Warga Trenggalek Ilustrasi penyebaran hepatitis A. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Surabaya, CNN Indonesia -- Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A di Jawa Timur terus melebar. Tak hanya Kabupaten Pacitan, penyakit tersebut kini juga menjangkiti wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan setidaknya ada 227 warga Trenggalek yang telah terjangkit hepatitis A.

Berdasarkan data Dinkes Jatim, total penderita hepatitis di Trenggalek ada 303 pasien. Rinciannya, sebanyak 227 pasien hepatitis A dan sisanya hepatitis B serta C.


Kohar mengatakan wabah hepatitis A di Trenggalek memiliki karakteristik yang sama dengan yang terjadi di Pacitan, jika ditinjau dari faktor penyebarannya.
"Di Trenggalek, kemarin kami sudah lihat ke sana kalau secara kesatuan epidemiologinya itu karakternya sama karena daerahnya yang berdekatan, kemudian masyarakat juga berinteraksi, kemudian waktunya juga bersamaan," kata Kohar saat ditemui di Kantor Dinkes Jatim, Surabaya, Rabu (3/7).

Namun, Kohar menampik bila hepatitis A di Trenggalek memiliki hubungan langsung dengan wabah serupa yang terjadi di Pacitan. Hal itu dibuktikan dari massa waktu menjangkitnya, yakni Trenggalek terjadi lebih dulu.

"Kalau dilihat datanya, di Trenggalek kan mulai menyerang dari bulan Januari sampai Mei, sementara di Pacitan bulan kemarin, jadi justru lebih dulu Trenggalek," kata Kohar.

Kendati demikian, untuk mencegah penyebaran hepatitis A lebih jauh lagi, Kohar pun telah mengirimkan tim surveilans epidemiologi ke Kecamatan Panggul, Trenggalek.

"Kita kirim Ke Panggul, kecamatan yang terdekat dari Pacitan," ucapnya.

Hepatitis A Juga Menjangkiti Kabupaten TrenggalekInfografis. Beda Hepatitis A, B, C, D, dan E. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
Sementara itu, penderita hepatitis A di Kabupaten Pacitan nyaris mencapai seribu orang. Data Dinkes Jatim menyebut hingga kini jumlahnya bahkan menyentuh angka 975 orang.

Jumlah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Pacitan, yakni di Sudimoro dengan 527 orang, Ngadirojo 176 orang, Sukorejo 82 orang, Tulakan 69 orang, Wonokarto 54 orang, Arjosari 33 orang, Bubakan 25 orang, Tegalombo 5 orang dan Ketrowonojoyo 4 orang.

"Hepatitis A di Kabupaten Pacitan memang melonjak cukup tinggi dan memenuhi kriteria untuk KLB sesuai dengan peraturan menteri kesehatan 1501 tahun 2010," kata dia.

Untuk mengatasi hal itu, Kohar pun melakukan berbagai cara. Salah satunya adalah menata laksana pasien agar bisa sembuh dan tak menularkannya ke orang lain.

"Upaya kita yang sudah kita lakukan adalah menata laksana dari pasien supaya tertangani dengan baik dan juga tidak sampai lebih parah. Dan yang pertama tidak menjadi pencemar bagi yang lain," ujar Kohar.
Lebih lanjut, kata Kohar, pihaknya juga melakukan penyelidikan epidemiologi kepada masyarakat guna mencari data terjauh persebarannya untuk memotong mata rantai.

Upaya-upaya tersebut menurut Kohar mulai membuahkan hasil. Menurut analisa pihaknya, dalam tiga hari terakhir, penularan penyakit itu sudah landai. Ia pun menargetkan dalam dua minggu ke depan, penularannya sudah berhenti.

"Dalam beberapa hari yang lalu jumlah yang sakit masih bertambah dengan banyak, sekarang 3 hari terakhir sudah melandai. Insya Allah dalam kurun satu atau dua minggu ke depan sudah teratasi penularannya," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (frd/pmg)