KPU Bawa 100 Boks Bukti Sengketa Pileg di MK

CNN Indonesia | Jumat, 05/07/2019 19:44 WIB
KPU Bawa 100 Boks Bukti Sengketa Pileg di MK Komisioner KPU Wahyu Setiawan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan dokumen dan bukti jawaban sekitar seratus boks untuk menghadapi sidang PHPU Pileg 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Sidang perdana sengketa Pileg akan dimulai pada Selasa 9 Juli 2019.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyampaikan salah satu jenis bukti yang diregistrasi KPU adalah formulir C1 atau bukti penghitungan suara di TPS.

"Kita sih tadi menghitung sekitar hampir seratus (boks), tapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah terus," kata Wahyu kepada wartawan di Gedung MK, Jakarta, Jumat (5/7).


Ia berujar, berkas-berkas tersebut merupakan hasil dari pertemuan KPU RI dengan perwakilan KPU daerah sejak Senin (1/7) lalu.
Menurut Wahyu, KPU bersama lima firma hukum telah siap menghadapi 260 gugatan dari 20 partai politik di MK.

"Tentu KPU dalam posisi akan berupaya bersama tim hukum untuk mempertahankan hasil pemilu yang sudah ditetapkan oleh KPU di setiap tingkatan," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Komisioner KPU Hasyim Asy'ari mengatakan KPU belum memastikan akan menghadirkan saksi atau di setiap perkara.
Kata dia, tak menutup kemungkinan KPU juga tak menghadirkan saksi jika gugatan dari partai politik tidak begitu kuat.

"Kalau sudah masuk ke pemeriksaan, baru kita melihat yang didalilkan apa saja. Baru kita bisa mengatur strategi, apakah perlu kita menyiapkan saksi," ucap Hasyim.

Sidang PHPU Pileg di MK akan dimulai Selasa 9 Juli 2019. MK punya waktu 30 hari kerja atau hingga 9 Agustus 2019 untuk memutus perkara.

[Gambas:Video CNN] (dhf/osc)