Jokowi di Kongres PGRI: Guru Mesti Fleksibel dan Kreatif

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jul 2019 22:23 WIB
Presiden Jokowi mengatakan guru harus lebih dari sekadar mengajar tetapi juga bisa mengelola dan mengarahkan belajar siswa. Ilustrasi kegiatan sekolah. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para guru mampu menghadapi dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang berubah sangat cepat. Jokowi mengatakan para guru harus bisa menjadi agen transformasi penguatan sumber daya manusia (SDM).

"Guru harus menjadi agen trasformasi penguatan SDM kita, menjadi agen transformasi dalam membangun talenta-talenta anak bangsa," kata Jokowi dalam sambutan membuka Kongres XXII PGRI, di Britama Arena, Jakarta, Jumat (5/7) malam.

Jokowi menyatakan transformasi pendidikan dan proses belajar harus terus dilakukan. Menurutnya, proses belajar harus menggembirakan baik guru maupun siswa dan dilakukan secara efisien dan mudah.

Mantan wali kota Solo itu menyebut ruang kelas bukan satu-satunya tempat belajar. Ia mengatakan bahwa dunia virtual saat ini adalah kampus yang bisa menjadi tempat belajar.


"Google adalah perpustakaan kita. Bisa menjadi perpustakaan kita. Wikipedia adalah ensklopedi kita, bisa cari apa saja. Kindle Buku elektronik adalah buku pelajaran kita dan masih banyak media digital lainnya," ujarnya.

"Kita kan sering terkaget kaget, anak-anak muda, anak kita mampu belajar secara mandiri. Mereka bisa tau jauh lebih banyak hal melalui bantuan teknologi," kata Jokowi menambahkan.

Lebih lanjut, Jokowi berkata peran guru harus lebih dari sekadar mengajar tetapi juga bisa mengelola dan mengarahkan belajar siswa. Ia menyatakan para siswa yang tak diarahkan bisa berbahaya karena mereka bisa belajar dari mana saja menggunakan teknologi.

"Guru dituntut lebih fleksibel dan guru dituntut lebih kreatif. Hati-hati kita harus melihat perubahan teknologi, perubahan zaman," katanya.



Meskipun demikian, mantan gubernur DKI Jakarta itu menyatakan bahwa guru tetaplah guru dan tetap tak bisa digantikan oleh mesin secanggih apapun. Menurutnya, guru yang menimbulkan empati sosial, membangun imajinasi, kreativitas, serta mengokohkan semangat persatuan.

"Tidak bisa digantikan. Saya percaya. Guru adalah profesi mulia yang membentuk karakter anak bangsa dengan budi pekerti yang luhur, dengan nilai-nilai kebaikan," tuturnya.

Jokowi kemudian membuka gelaran Kongres XXII PGRI. Ia ditemani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi memukul lonceng sebagai pertanda dibukanya gelaran kongres.

(fra/ain)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER