KLB Wabah Hepatitis A, Jamaah Haji Pacitan Diperiksa Ketat

CNN Indonesia | Sabtu, 06/07/2019 17:46 WIB
KLB Wabah Hepatitis A, Jamaah Haji Pacitan Diperiksa Ketat Jamaah haji asal Pacitan Jawa Timur diperiksa ketat terkait kasus wabah Hepatitis A. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Sejumlah 197 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Pacitan Jawa Timur harus menjalani pemeriksaan kesehatan ketat oleh Panitia Pelaksana Ibadah Haji, di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (Ahes). Hal itu menyusul status Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A yang tengah mewabah di Pacitan.

Pantauan CNNIndonesia.com, para jemaah asal Pacitan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 4 tersebut langsung dikumpulkan di Hall Zaitun untuk diperiksa dan diambil sampel darahnya.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, Muhammad Budi Hidayat, mengatakan serangkaian pemeriksaan kesehatan itu diperlukan untuk mendeteksi dan mengantisipasi apabila ada jemaah yang mengidap hepatitis A.


"Kami mengantisipasi resiko penularan terjadinya penyakit hepatitis A CJH Pacitan," kata Budi, Sabtu (6/7). 


Pemeriksaan dua tahap itu, kata Budi, dilakukan khusus untuk CJH asal Pacitan. Sebab, bagi CJH asal daerah lain hanya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan klinis saja, tanpa melalui pemeriksaan di laboratorium.

"Kalau yang biasa tidak dilakukan laboratorium. Kalau sekarang pakai laboratorium untuk mengetahui resiko penularan pada CJH," katanya.

Uji laboratorium itu, kata dia, hanya membutuhkan waktu selama 30 menit, lantaran menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT). Kendati demikian, Budi memastikan hal itu tak menggangu jadwal pemberangkatan para jemaah.

"Kita lakukan RDT paling setengah jam sudah tahu hasilnya, tidak terlalu lama, tidak sampai mengganggu jadwal keberangkatan," tuturnya.


Budi melanjutkan apabila ada CJH yang kedapatan terjangkit virus Hepatitis A dalam tubuhnya, maka tim dokter akan segera melakukan penanganan medis, yakni dirujuk ke rumah sakit untuk pendampingan atau isolasi.

Usai penanganan dirasa cukup, dan hasilnya menunjukkan bahwa jemaah tersebut bebas dari virus hepatitis, CJH tersebut bisa tetap berangkat untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci.

"Kita rujuk ke dokter di rumah sakit untuk diobati. Tetap nanti akan kita berangkatkan meskipun tidak sesuai jadwal. Ditangani dulu agar CJH bisa nyaman sehat beribadah haji," katanya.

Lantaran saat ini sistem tempat tinggal jemaah di tanah suci adalah zonasi, Budi pun mengimbau kepada jemaah yang berada dalam satu kloter dengan pengidap Hepatitis A tersebut agar berhati-hati.


Sementara itu salah satu jemaah asal Pacitan Sugemg Budiarto (52) mengaku mendukung langkah PPIH melakukan pengecekan kesehatan ketat terhadap kloter dirinya. Hal itu kata dia demi kesehatan bersama.

"Ya memang harus demikian, ini positif untuk mengecek, sekali lagi jangan sampai kita ini mengidap virus Hepatitis, jangan sampai tertular ke yang lain," kata Sugeng.

Sebelumnya, data per 30 Juni 2019 yang dirilis Dinas Kesehatan Jatim, jumlah pasien hepatitis A di Pacitan sudah mencapai 957 orang.

Jumlah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Pacitan, yakni di Sudimoro dengan 527 orang, Ngadirojo 176 orang, Sukorejo 82 orang, Tulakan 69 orang, Wonokarto 54 orang, Arjosari 33 orang, Bubakan 25 orang, Tegalombo 5 orang dan Ketrowonojoyo 4 orang.

[Gambas:Video CNN] (frd/DAL)